Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Ungkap Motif 2 Pak Ogah Aniaya Wanita Hamil dan Suaminya di Deli Serdang
Advertisement . Scroll to see content

Laporan Dicabut, Proses Hukum Guru Aniaya Siswa SMP di Surabaya Dihentikan

Sabtu, 05 Februari 2022 - 10:01:00 WIB
Laporan Dicabut, Proses Hukum Guru Aniaya Siswa SMP di Surabaya Dihentikan
Oknum guru Joko Soehanto (dua dari kiri) dan orang tua siswa, Ali (tiga dari kiri) saat mediasi di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (4/2/2022). (Foto: iNews.id/Nur Syafei).
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Kasus video viral penganiayaanguru terhadap siswa SMP Negeri 49 Kota Surabaya berakhir damai. Orang tua korban, Ali telah mencabut laporan terhadap oknum guru Joko Soehanto di Polrestabes Surabaya, Jumat (4/2/2022). 

Joko sebelumnya dilaporkan Ali atas penganiayaan terhadap anaknya ke polisi. Hasilnya oknum guru Joko Soehanto ditetapkan sebagai tersangka. 

Namun, setelah melalui mediasi dan musyawarah, orang tua korban sepakat untuk mencabut laporan dan tidak meneruskan kasus penganiayaan tersebut ke ranah hukum. Mediasi digelar di Mapolrestabes Surabaya dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti serta Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan. 

"Hari ini saya resmi mencabut laporan kepada Pak Joko. Saya juga sudah memaafkan dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi kepada anak saya," kata orang tua korban, Ali. 

Ali mengatakan, pihaknya sudah bermusyawarah dan memohon petunjuk Allah hingga akhirnya memutuskan untuk mencabut laporan itu. "Saya ingin memberi contoh dan mengajarkan kepada anak saya bahwa memaafkan dan mengikhlaskan adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah," tuturnya. 

Sementara itu, oknum guru Joko Soehanto mengucapkan terima kasih atas kebesaran hati otang tua korban. Dia juga berjanji akan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran, sehingga tidak terulang. 

"Saya berterima kasih laporan dicabut. Saya juga susah memohon maaf kepada Pak Ali dan korban. Insyaallah ke depan saya akan menjadi guru yang lebih baik," tuturnya. 

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan mengatakan, atas perdamaian (pencabutan laporan) ini, maka penyidikan kasus penganiayaan dihentikan. "Sesuai amanah Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda. Musyawarah adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah," katanya. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut