Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Nomor Urut 2, Khofifah Yakin Pertanda Akan Melanjutkan Pimpin Jatim
Advertisement . Scroll to see content

Khofifah Masih Rahasiakan Calon Pendamping di Pilgub Jatim

Jumat, 03 November 2017 - 15:13:00 WIB
Khofifah Masih Rahasiakan Calon Pendamping di Pilgub Jatim
Aktivis NU nonstruktural mendeklarasikan dukungan terhadap Khofifah dalam Pilgub Jatim di komplek Museum NU. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa masih berteka-teki mengenai sosok wakilnya pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 nanti. Khofifah menyatakan bahwa wakil yang akan menjadi pilihannya adalah seorang tokoh berlatar belakang nasionalis. Namun, siapa sosok tersebut, Khofifah masih merahasiakan.

Khofifah mengaku telah menyerahkan proses penjaringan itu kepada para kiai (Tim Sembilan). Mereka inilah yang akan melakukan survei atas para candidat wakil tersebut dan mengkaji, apakah calon tersebut cocok dan bisa membantu mendongkrak suaranya.

“Belum, sabar dulu lah. Nanti, hasil penjaringan dari tim Sembilan pasti akan kami sampaikan. Tanggal 5 November nanti, hasil survei untuk bakal calon wakil akan kami publikasikan. Tetapi hanya survei lho. Belum sampai keputusan,” kata Khofifah kepada iNews.id, Jumat (3/11/2017).

Sebagaimana hasil kajian tim Sembilan, ada delapan orang calon dari berbagai latar belakang yang tengah disurvei. Masing-masing dari akademisi, politisi, ketua partai, hingga kepala daerah. Kendati demikian, hasil survei tidak manjadi patokan utama bagi tim Sembilan untuk memilih.

“Bisa saja surveinya tinggi, tetapi tidak dipilih. Tetapi tidak mungkin juga yang surveynya terendah kami pilih. Terpenting mereka ini cocok dengan bu Khofifah dan bisa membantu mendongkrak suara,” ungkap ketua tim Sembilan, KH Asep Syaifudin. 

Aktivis NU Se-Jatim Dukung Khofifah

Dukungan terhadap Khofifah terus mengalir. Kali ini dari sejumlah aktivis NU nonstruktural. Mereka terdiri atas mantan pengurus PMII, GP Ansor maupun Fatayat Jatim serta kiai dari Madura, Tapal Kuda dan Pantura.

Dimotori mantan Ketua GP Ansor dan DPW PKB Jatim, Choirul Anam, mereka menyerukan agar warga NU bersama-sama memenangkan Khofifah pada Pilgub Jatim 2018 mendatang. Tak hanya itu, para aktivis NU ini juga menggagas satu wadah, komunitas NU kultural yang diberi nama: Penganut Khittah Nahdliyah alias Penganut NU Khittah.

“Ini (gagasan membentuk Penganut NU Khittah) adalah bentuk keprihatinan melihat situasi sekarang, bahwa NU banyak terinfiltrasi persoalan-persoalan politik,”terang Ahmad Subhan, salah seorang penggagas.

Subhan menjelaskan, membentuk organ Penganut Khittah Nahdliyah cukup penting mengingat tahun depan ada hajatan politik, Pilgub Jatim 2018 dan sejumlah kader NU akan ‘bertarung’ di dalamnya. Yakni Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas. 

Salah satu cara untuk menyelamatkan NU, lanjut Subhan, yakni mengajak kader NU agar mendukung Khofifah karena dalam berpolitik tidak pernah keluar dari “Sembilan Pedoman Politik Warga NU” yang dicetuskan dalam Muktamar ke-18 NU di Krapayak, Yogyakarta, 1989.

Subhan mengakui bahwa Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas adalah kader NU. Namun, baginya, kedua sosok tersebut tidak memiliki kemurnian perjuangan seperti Khofifah.

“Mbak Khofifah memang beda. Dari prosesnya, mulai kecil, dalam pergerakan dan berorganisasi (IPPNU, PMII, Fatayat sampai Muslimat NU) sampai berpolitik (PPP dan PKB) tak pernah keluar dari garis NU. Jadi Mbak Khofifah ini benar-benar kader murni NU,” jelasnya.

Mantan Ketua Umum PKB Choirul Anam menambahkan, setelah dikaji, memang hanya Khofifah yang berpolitik sesuai dengan Sembilan Pedoman Politik Warga NU.

“Kalau (calon) yang lain jadi (gubernur), berat perjuangan kita dalam menegakkan khittah Nahdliyah. Karena itu, kita akan menjadi relawan Khofifah,” kata tokoh NU yang mantan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) itu.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut