Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger Penemuan Kerangka Manusia di Bawah Jembatan Sampit, Berawal dari Bau Busuk
Advertisement . Scroll to see content

Kerangka Manusia Ditemukan di Bukit Jember, Ternyata Warga yang Hilang sejak April

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:41:00 WIB
Kerangka Manusia Ditemukan di Bukit Jember, Ternyata Warga yang Hilang sejak April
Kerangka manusia ditemukan di perbukitan Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. (Foto: iNews TV/Bambang Sugiarto)
Advertisement . Scroll to see content

JEMBER, iNews.id - Kerangka manusia ditemukan di kawasan perbukitan Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Setelah proses identifikasi, kerangka tersebut dikenali sebagai Hasan Basri alias Sanah (32), warga Dusun Plalangan, Desa Tegalwaru.

Informasi diperoleh, korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak pertengahan April 2026. Korban diduga meninggal saat menyendiri di kawasan bukit dalam kondisi depresi setelah bercerai dengan istri.

Kerangka manusia itu pertama kali ditemukan buruh tani yang hendak memanen ketela pohon. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Mayang.

Polisi bersama Tim Inafis Polres Jember kemudian mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Identitas korban dipastikan berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan keluarga.

Kepala Dusun Plalangan, Handoso mengatakan, laporan awal datang dari warga yang menemukan kerangka manusia di area perbukitan. Setelah dicek, korban ternyata merupakan warga setempat.

"Ada warga menemukan mayat lapor sama saya lalu ditersukan ke polisi. Ternyata korban warga saya, katanya cerai sama istri lalu sempat dicari keluarganya," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah tinggal tulang belulang dan tengkorak. Sementara pakaian berupa baju, celana, dan sarung ditemukan terpisah sekitar 2 meter dari kerangka.

Jasad korban kemudian dievakuasi dari atas bukit. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Mayang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Mayang AKP Dian Eko Trimuryono mengatakan, korban memang sempat dilaporkan hilang beberapa waktu sebelumnya. Korban dikenali dari sejumlah ciri, termasuk pakaian yang ditemukan di sekitar lokasi.

"Korban memang hilang beberapa waktu sebelumnya. Dikenali dari beberapa ciri pakaian yang dikenakan. Hasil visum masih berproses namun pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan. Dari keterangan sementara, korban mengalami depresi usai cerai dengan istri," katanya.

Menurut polisi, korban baru pulang ke rumah orang tuanya sekitar dua bulan lalu setelah bercerai dengan istrinya. Sejak itu, korban disebut mengalami depresi dan sering menyendiri.

Korban kemudian pergi dari rumah tanpa pamit hingga akhirnya dilaporkan hilang oleh keluarganya. Pencarian sempat dilakukan sebelum korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Hasil olah TKP sementara dan pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal bukan akibat tindak pidana. Meski demikian, hasil visum masih berproses untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak medis.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut