Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Evakuasi Jasad Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Terkendala Medan Terjal dan Cuaca Ekstrem
Advertisement . Scroll to see content

Kebakaran Gunung Arjuno, Api Berkobar di Medan Terjal Sulit Dipadamkan 

Senin, 23 Oktober 2023 - 20:50:00 WIB
Kebakaran Gunung Arjuno, Api Berkobar di Medan Terjal Sulit Dipadamkan 
Petugas berusaha memadamkan api di Gunung Ringgit, kawasan Gunung Arjuno, Minggu (22/10/2023) malam. (istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

PASURUAN, iNews.id - Kawasan Gunung Arjuno kembali terbakar. Sebanyak 20 personel diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. 

Kendati demikian, api masih belum berhasil dipadamkan. Selain medan yang terjal, kencangnya embusan angin juga menyebabkan api sulit dijinakkan. 

"Sekarang masih proses pemadaman. Sampai sekarang belum diketahui berapa luasan lahan yang terbakar," kata Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Ahmad Wahyudi, Senin (23/10/2023).

Dari dokumen yang diterima, tinggi api di atas bahkan sampai mencapai dua meter. Petugas gabungan dari Tahura Raden Soerjo, TNI-Polri, relawan, memadamkan api dengan cara memukul-mukul semak-semak yang terbakar, dan membuat sekat, agar kebakaran tidak meluas.

"Semoga proses pemadaman berjalan lancar dan titik api semakin berkurang," ucapnya.

Sejauh ini petugas gabungan juga masih kesulitan menaklukkan api karena angin di atas bertiup kencang. Pemadaman hanya dilakukan dengan secara manual melalui jalur darat.

"Sedang melakukan pemadaman, sampai saat ini kita belum dapat laporan, belum dapat kontak. Tapi kalau dilihat dari asapnya sudah mulai menipis, mudah-mudahan bisa tertangani," ucapnya.

Sejauh ini hingga Senin sore api memang dilaporkan masih berkobar, meski secara intensitas asap mulai menipis. Pihaknya juga belum mengetahui penyebab kebakaran yang terjadi di Blok Garotan, Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. 

Ia memastikan selama proses pemadaman api, pendakian ke Gunung Arjuno-Welirang juga masih ditutup. Penutupan ini disebut karena api sewaktu-waktu masih muncul kembali karena fenomena musim kemarau berkepanjangan.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut