Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Serma Agus Supriyanto, Anggota TNI dari Kodim Jombang yang Beternak Kambing dengan Sistem Bagi Hasil
Advertisement . Scroll to see content

Hobi Jadi Cuan! Pria di Surabaya Raup Omzet Rp18 Juta dari Ternak Blackthroat

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:35:00 WIB
Hobi Jadi Cuan! Pria di Surabaya Raup Omzet Rp18 Juta dari Ternak Blackthroat
Warga Surabaya sukses beternak burung Blackthroat asal Afrika hingga meraup omzet Rp18 juta per bulan. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id – Hobi tak lagi sekadar sarana melepas penat di kala senggang, tapi bisa mendatangkan uang. Itulah yang dibuktikan Murdopo, warga Dupak Masigit, Kota Surabaya, Jawa Timur. Lewat ketenangannya membudidayakan burung kicau mungil asal Afrika jenis Blackthroat, ia sukses mengantongi omzet belasan juta rupiah setiap bulannya hanya dari rumah.

Berawal dari kegemaran memelihara burung kicau, Murdopo kini menjadikan budidaya Blackthroat sebagai sumber penghasilan utama keluarga. 

Di balik ukurannya yang mungil, burung Blackthroat menyimpan nilai ekonomi yang fantastis. Untuk menangkar burung ini sebenarnya tidak membutuhkan lahan luas, cukup menggunakan sangkar kecil atau sistem pok-pokan.

Namun, Murdopo membeberkan bahwa proses terberat dalam budidaya Blackthroat terletak pada masa penjodohan (breeding).

"Proses terberat itu saat menjodohkan. Pasangan burung butuh waktu sekitar satu minggu atau lebih agar mau menyatu dan berkembang biak. Kuncinya harus tenang. Kalau ada suara bising atau gangguan, mereka bisa gagal kawin, bahkan indukan bisa memecahkan telurnya sendiri karena stres," tutur Murdopo, Selasa (21/7/2026).

Omzet Capai Rp18 Juta per Bulan

Tingkat kesulitan penjodohan dan sensitivitas burung inilah yang membuat harga jual Blackthroat di pasaran tetap tinggi dan stabil.

Burung jenis Boswana (usia 2 bulan) dijual dengan harga Rp750.000 hingga Rp800.000 per ekor. Penjualan mencapai 9–10 ekor per bulan. Jenis Somerini (usia 2 bulan) harga Rp1.500.000 per ekor. Penjualan mencapai 4-7 ekor per bulan.

Untuk menjangkau pembeli yang lebih luas dari berbagai daerah, Murdopo memanfaatkan media sosial seperti Facebook sebagai etalase digital bisnisnya.

Selain pemasaran daring, burung-burung Blackthroat hasil penangkaran Murdopo yang sering mengukir prestasi dan menjadi juara di ajang perlombaan kicau (gantangan) kerap langsung dibeli di tempat oleh para kolektor dan sesama penghobi dengan harga fantastis.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut