Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Begal Bermodus Pocong Resahkan Warga, Polda Metro Janji Sikat Pelaku
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Teror Pocong di Jember, 3 Remaja Penyebar Hoaks Gunakan AI Ditangkap

Senin, 25 Mei 2026 - 12:22:00 WIB
Heboh Teror Pocong di Jember, 3 Remaja Penyebar Hoaks Gunakan AI Ditangkap
Polisi mengamankan tiga remaja di Jember yang diduga menyebarkan isu pocong palsu menggunakan foto hasil editan AI di media sosial hingga membuat warga resah. (Foto: iNews TV/Bambang Sugiarto)
Advertisement . Scroll to see content

JEMBER, iNews.id – Isu pocong yang sempat membuat resah warga lingkungan Cangkring, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Polisi mengamankan tiga remaja yang diduga sengaja menyebarkan foto pocong hasil editan aplikasi Artificial Intelligence (AI) melalui media sosial.

Ketiga remaja penyebar isu hoaks teror pocong tersebut diamankan jajaran Polres Jember setelah polisi menerima laporan masyarakat. Polisi bergerak cepat menelusuri unggahan yang viral di media sosial hingga sempat memicu keresahan warga. 

Hasil penyelidikan mengungkap foto pocong yang beredar bukan kejadian nyata, melainkan gambar hasil rekayasa digital menggunakan aplikasi AI.

Ketiga remaja yang diduga terlibat kemudian dibawa ke Mapolres Jember untuk dimintai keterangan terkait motif penyebaran isu pocong tersebut.

Kasat Binmas Polres Jember, AKP Agus Yudi Kurniawan membenarkan adanya penanganan kasus penyebaran hoaks tersebut.

"Hari ini kami tindak lanjuti aduan masyarakat terkait berita yang beredar di media sosial yakni keberadaan pocong di salah satu rumah warga," ujarnya, Senin (25/5/2026).

"Alhmadulillah ternyata berita itu tidak benar, itu hasil editan anak-anak kreatif namun salah jalan. Mereka sudah kami amankan untuk dimintai keterangan," katanya lagi.

Saat ini, ketiga remaja tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Jember. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.

"Intinya warga tak perlu resah, bahwasanya postingan tersebut tidak benar," ucapnya.

Selain itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan konten hoaks yang dapat memicu ketakutan dan mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut