Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Membubung 800 Meter dari Puncak
LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin (1/6/2026) pagi. Letusan kali ini menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 800 meter di atas puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan laporan resmi Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, Sigit Rian Alfian, erupsi terjadi pada pukul 06.09 WIB.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 01 Juni 2026, pukul 06:09 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 800 meter di atas puncak (± 4.476 meter di atas permukaan laut)," tulisnya dalam laporan dikutip Senin (1/6/2026).
Kolom letusan teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau berada pada ketinggian sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanis terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya.
Aktivitas vulkanis tersebut juga terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi erupsi selama 115 detik.
Erupsi yang terjadi pada pagi hari itu dapat teramati dengan jelas dari pos pemantauan. Kepulan abu tampak membubung tinggi dari kawah Jonggring Saloko yang menjadi pusat aktivitas Gunung Semeru.
Meski tidak dilaporkan adanya dampak langsung terhadap permukiman warga, masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas lanjutan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan yang menjadi jalur utama potensi awan panas dan lahar. Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak di sepanjang Besuk Kobokan.
Selain itu, masyarakat diminta tidak berada dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
PVMBG juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran material pijar.
Editor: Donald Karouw