Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tangis Ibu Korban Peluru Nyasar Marinir Pecah di DPRD Jatim, Minta Keadilan untuk Anak
Advertisement . Scroll to see content

Banyak Guru di Jatim Menolak Divaksin Covid-19, Ketua DPRD Kusnadi: Kami Prihatin

Sabtu, 29 Mei 2021 - 13:01:00 WIB
Banyak Guru di Jatim Menolak Divaksin Covid-19, Ketua DPRD Kusnadi: Kami Prihatin
Ketua DPRD Jawa Timur (Jatim), Kusnadi saat mebgikuti program vaksin Covd-19(Foto: iNews/Lukman Hakim)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Program vaksinasiCovid-19 untuk guru SMA/SMKA di Jawa Timur (Jatim) belum tuntas. Berdasarkan catatan dinas kesehatan, jumlah guru yang telah divaksin baru mencapai 53 persen. Padahal, Juni mendatang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai. 

Hasil temuan DPRD Jatim, belum maksimalnya guru SMA yang tervaksin bukan karena kebutuhan vaksin yang terbatas. Tetapi, karena mereka menolak. Sejak program vaksinasi guru dilaksanakan, mereka menolak dengan berbagai alasan. 

Fakta inilah yang mengundang keprihatinan pemerintah provinsi. Sebab, mereka sangat diharapkan bisa menjadi garda depan sosialisasi dan percontohan vaksinasi Covid-19 pada kelompok masyarakat yang lain. 

"Kalau progres lambat itu karena stok vaksin terbatas, kami bisa maklumi.Tapi kalau lambat karena ada penolakan itu kami tidak habis pikir. Kalau guru menolak divaksin tanpa alasan yang jepas itu sebaiknya tak usah jadi tenaga pendidik," kata Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Sabtu (29/5/2021).

Bahkan pihaknya mendukung kebijakan sebagian kabupaten/kota di Jatim yang dengan sengaja menunda pencairan tunjangan sertifikasi bagi para guru yang belum divaksin.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut