Banjir Rob Rendam 5 Desa di Sidoarjo, Ratusan Hektare Tambak Rusak
SIDOARJO, iNews.id – Banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (6/6/2026). Genangan air laut yang mulai terjadi sejak Senin diperkirakan masih akan berlangsung hingga 19 Juni mendatang.
Kondisi terparah terjadi saat puncak pasang air laut pada Selasa. Sedikitnya lima desa terdampak banjir rob, yakni Desa Kalanganyar, Gisik Cemandi, Banjar Kemuning, Segoro Tambak, dan Tambak Cemandi.
"Sejak hari Senin. Setahun itu kira-kira empat kali banjir rob," kata salah satu warga pesisir, Mulyawati.
Dari lima desa tersebut, Kalanganyar menjadi wilayah dengan genangan terluas. Air laut tidak hanya menggenangi permukiman warga dan akses jalan, tetapi juga merusak area pertambakan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat pesisir.
Berdasarkan data sementara, lebih dari 2.000 hektare wilayah terdampak banjir rob. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 hektare tambak mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan air laut.
Kerugian yang dialami petambak diperkirakan cukup besar. Selain kehilangan hasil budidaya, mereka juga harus menanggung biaya perbaikan tanggul dan galengan yang jebol akibat terendam air laut.
Kondisi pesisir Sedati saat ini juga mengalami perubahan signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu. Banyak tanggul dan galengan yang sebelumnya menjadi pembatas antara daratan dan tambak kini rusak bahkan hilang akibat abrasi serta banjir rob yang terus berulang.
Akibatnya, sejumlah wilayah yang sebelumnya dapat diakses melalui jalur darat kini hanya dapat dijangkau menggunakan perahu. Warga menyebut banjir rob terjadi berulang kali setiap tahun dan dampaknya semakin meluas.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan yang lebih serius. Selain fenomena pasang air laut, kerusakan kawasan pesisir yang berlangsung selama bertahun-tahun dinilai turut memperparah dampak banjir rob di wilayah tersebut.
Editor: Kurnia Illahi