Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Kerangka Manusia di Bukit Jember, Warga Diduga Depresi usai Cerai dengan Istri
Advertisement . Scroll to see content

Ansor Surabaya Desak Polisi Ungkap Otak Teror Penembakan Ery Cahyadi

Kamis, 15 Maret 2018 - 18:49:00 WIB
Ansor Surabaya Desak Polisi Ungkap Otak Teror Penembakan Ery Cahyadi
GP Ansor Kota Surabaya bereaksi keras atas kasus penembakan mobil pejabat Pemkot Surabaya Ery Cahyadi. Selain mendesak polisi mengusut tuntas motif dan otak teror tersebut, mereka juga pasang badan, melindungi Ery dari teror. Tampak pengurus GP Ansor
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.idPenembakan mobil Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang, Ery Cahyadi mengundang reaksi keras dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya. Mereka menilai, aksi tersebut adalah perbuatan terkutuk dan harus diusut otak dari penembakan tersebut.

Kemarahan GP Ansor Kota Surabaya ini cukup berdasar. Selain merupakan tindak kejahatan, korban penembakan tak lain adalah Dewan Penasihat GP Ansor Kota Surabaya. Mereka lantas mendesak kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Mas Ery itu keluarga besar GP Ansor Surabaya. Karena itu kami tidak terima beliau disakiti. Ini jelas teror yang harus diungkap motif dan otak pelakunya. Kasus ini harus diusut tuntas," kata Ketua GP Ansor Kota Surabaya HM Faridz Afif, Kamis (15/3/2018).

Sementara, Afif mengapresiasi kepolsian yang cepat menangkap terduga pelaku penembakan mobil yang sedang dikendarai Ery Cahyadi. Namun, pihaknya mewanti-wanti agar kasus tersebut diusut tuntas dan gamblang. Menurutnya, ada indikasi penembakan tersebut direncanakan dan ada dalang pihak tertentu dibelakangnya.

Afif mengklaim, pihaknya akan membentuk tim investigasi dengan melibatkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Surabaya dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk mengawal proses penanganan kasus hingga ke pengadilan. Hal tersebut demi tegaknya konstitusi dan penegakan hukum.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut