Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bandara Hang Nadim Resmi Buka Rute Baru, Sriwijaya Air Layani 4 Kali Seminggu
Advertisement . Scroll to see content

Alumni Unair Diduga Jadi Korban Sriwijaya Air Jatuh, Ini Kata Rektor dan Civitas Kampus

Minggu, 10 Januari 2021 - 13:57:00 WIB
Alumni Unair Diduga Jadi Korban Sriwijaya Air Jatuh, Ini Kata Rektor dan Civitas Kampus
Ekstra kopilot Sriwijaya Air SJ-182 Fadly Satrianto. (Antara/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Alumni Universitas Airlangga (Unair) Fadly Satrianto menjadi salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air J182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu. Atas insiden ini, rektor dan civitas akademika Unair pun menyampaikan duka. 

"Kami menyampaikan duka atas insiden jatuhnya pesawat ini," kata Rektor Unair Prof Muhammad Nasih dalam siaran pers, Mingggu (10/1/2021). 

Nasih mengatakan, Fadly Satrianto merupakan alumni dari Fakultas Hukum (FH) Unair Angkatan 2011. Fadly juga termasuk mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi. Bahkan, dia sempat tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2013-2014). 

"Setelah menyelesaikan pendidikannya selama 3.5 tahun pada program studi llmu Hukum pada tahun 2015, Fadly Satrianto melanjutkan sekolahnya di sekolah penerbangan," ujarnya. 

Saat ini, Fadly, kata Nasih bekerja sebagai first officer dari NAM Air (anak perusahaan dari Sriwijaya Air). "Minggu ini dia mestinya melakukan penerbangan melalui Pontianak menuju Solo bersama lima orang rekannya," katanya. 

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) siang. 

Pesawat Sriwijaya Air terbang membawa 56 orang dan awak kabin enam orang. Sebanyak 46 orang berusia dewasa, anak-anak tujuh orang, dan bayi tiga orang. Sementara enam awak kabin terdiri atas dua orang pilot dan empat orang cabin crew. 

Berdasarkan data Flight Radar, pesawat tersebut hilang kontak tak lama setelah take off dari Bandara Soekarno-Hatta dan tak ada komunikasi saat berada di Perairan Kepulauan Seribu. Pesawat tersebut hilang sekitar satu jam setelah take off. 

Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soetta Tangerang pukul 13.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pada pukul 15.15 WIB.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut