Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Undip Tangkap Peserta UTBK Kedokteran, Tanam Alat Bantu Dengar di Telinga
Advertisement . Scroll to see content

Undip Sebut Jam Kerja Berlebihan Biang Kerok Persoalan Dokter PPDS

Senin, 02 September 2024 - 16:16:00 WIB
Undip Sebut Jam Kerja Berlebihan Biang Kerok Persoalan Dokter PPDS
Wakil Rektor 4 Undip Wijayanto saat memberikan orasi apel pagi dan kegiatan Simpatik Bersama Membangun Pendidikan yang Bermartabat di FK Undip, Kampus Tembalang, Kota Semarang, Senin (2/9/2024) pagi. (Foto: MPI/Eka Setiawan)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Wakil Rektor 4 Undip Wijayanto menyebut jam kerja di RSUP Kariadi yang mencapai minimal 80 jam seminggu menjadi akar persoalan dokter maupun mahasiswa PPDS. Hal itu diungkapkan saat apel pagi dan Kegiatan Simpatik Bersama Membangun Pendidikan yang Bermartabat di FK Undip, Kampus Tembalang, Kota Semarang, Senin (2/9/2024).

“Sebenarnya akarnya kan ada kebijakan dari RSUP dr Kariadi yang juga kebijakan (arahan) Kemenkes, jam kerja itu minimal 80 jam seminggu, jadi luar biasa berlebihan. Kami ingin investigasi itu sampai ke akar strukturnya, akar sistemnya,” ujar Wijayanto, Senin (2/9/2024).  

Kebijakan itu membuat dokter maupun mahasiswa PPDS FK Undip bisa bekerja hingga 24 jam sehari, sekaligus membuat mereka mengalami tekanan sangat berat.

“Praktik itu membuat siapa pun yang ada di sana, mau dokter PPDS, dokter senior, semua akan mengalami bekerja dalam tekanan yang luar biasa,” katanya.   

Investigasi yang komprehensif mencari solusi dari akar persoalan penting dilakukan. Dia menyayangkan pada kasus meninggalnya dr Aulia Risma Lestari itu, Undip mendapatkan banyak stigma buruk.  

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut