Sudirman Said Berharap Dukungan Muhammadiyah
SEMARANG, iNews.id – Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Sudirman Said-Ida Fauziyah menyambangi kantor Dewan Pimpimpinan Wilayah (DPW) Muhammadiyah Jawa Tengah, Senin (15/1/2018).
Sudirman Said mengaku, kunjungan tersebut untuk bersilaturahmi dan meminta masukan serta doa kepada para pimpinan Muhammadiyah di Jawa Tengah. "Muhammadiyah merupakan pilar masyarakat yang instrumental. Kami ingin mendapatkan masukan, dan mudah-mudahan Muhammadiyah bisa bersama-sama kami," katanya.
Menurut Sudirman, kedatangannya ke kalangan Muhammadiyah ini karena dirinya ingin membawa persatuan dan kesatuan dari seluruh elemen masyarakat baik Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah. "Ini juga simbol, bahwa kita ke Jawa Tengah ingin terjadi persatuan dari seluruh elemen," ucapnya.
Oleh karena itu dia menegaskan, meski dirinya diusung oleh partai berlatar belakang NU (PKB) dan Muhammadiyah (PAN), perebutan suara NU dan Muhammadiyah tidak terjadi. Malahan, kata Sudirman, kedua partai tersebut saling berlomba-lomba untuk kebaikan. "Masyarakat kita sudah dewasa, tinggal kita sampaikan ke masyarakat. Bagi kami semua konstituen sama pentingnya," katanya.
Pasangan Sudirman Said dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng), Ida Fauziyah, mengaku bersyukur mendapatkan respon yang sangat baik dari kalangan Muhammadiyah. Menurut dia, hal itu adalah langkah yang baik, bagi dirinya dan Sudiman Said. "Kami berterima kasih karena diterima dengan baik," katanya.
Sementara itu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Tafsir mengatakan, akan memberikan ruang kepada pasangan Sudirmam Said-Ida Fauziyah untuk menyampaikan visi misi dihadapan seluruh pimpinan Muhammadiyah mulai wilayah, Daerah sampai ranting.
"Mengalahkan juara bertahan memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak ada peluang. Oleh karena itu kedua calon sama-sama memiliki peluang meskipun nanti siapa yang ditakdirkan oleh Allah itulah yang terbaik," katanya.
Dia menyatakan, Sudirman Said-Ida Fauziyah diusung oleh partai yang komplit, di mana ada Nasionalis (Gerindra) dan Juga Islam (PKB, PAN dan PKS ) yang mewakili Islam tradisional dan modern. "Dengan bahan baku yang komplit ini mudah-mudahan bisa mengantarkan Sudirman Said menjadi Gubernur Jateng,"ucapnya.
Menurut Tafsir, dalam Pilkada Jateng, Muhammadiyah sebagai lembaga adalah Netral, sehingga semua dilayani. Tapi bahwa Muhammadiyah beragam termasuk dalam partai, maka tidak mungkin berada pada satu pilihan tertentu. "Jadi bisa jadi ada yang memilih Pak Sudirman ada juga yang memilih petahana," katanya.
Editor: Himas Puspito Putra