Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buat 5 Resep Inovasi, Syariah Hotel Solo Kenalkan Jamu lewat Welcome Drink
Advertisement . Scroll to see content

Ribuan Kartu Tani di Sukoharjo Diduga Masih Ngendon di Bank Penyalur

Sabtu, 25 September 2021 - 16:27:00 WIB
Ribuan Kartu Tani di Sukoharjo Diduga Masih Ngendon di Bank Penyalur
Ilustrasi kartu tani. Foto: dok.
Advertisement . Scroll to see content

SUKOHARJO, iNews.id - Sebanyak 10.197 kartu tani di Kabupaten Sukoharjo belum dibagikan kepada pemiliknya. Kartu tani diduga masih menumpuk di kantor cabang bank yang ditunjuk pemerintah. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, kartu tani dicetak untuk mendata kebutuhan subsidi pupuk dan kebutuhan operasional petani lainnya. 

Data nomor induk kependudukan (NIK) pemilik dan penggarap lahan pertanian, diinput dalam elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).

Jumlah petani terdata di Sukoharjo sebanyak 41.908 dan semua sudah tercetak dalam bentuk kartu. Hanya saja saat dilacak, 10.197 petani belum menerima kartu.

"Masalah ini muncul dari laporan para penyuluh lapangan," kata Bagas, Sabtu (25/9/2021). 

Menurut informasi dari pihak bank pusat, seluruh kartu sudah terdistribusi ke bank cabang daerah. Namun pada kenyataanya dari laporan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kabupaten, kartu tani yang terdistribusi baru 31.711 atau 75,7 persen. Sedang kartu yang sudah digunakan sebanyak 22.252 atau 70,2 persen. 

Petani yang belum menerima kartu harus mengakses secara manual saat membeli dan memenuhi kebutuhan pupuk. Kartu-kartu diduga masih berada di kantor bank. 

"Kami mencari solusi dengan mempertemukan petani dan bank. Petani yang belum dapat kartu melapor dan petugas bank akan melacak posisi kartu," katanya.

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut