Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Putusan Rapat Konsultasi Syuriyah-Mustasyar PBNU Final, Mengikat secara Konstitusional
Advertisement . Scroll to see content

Pesantren, Pendidikan Khas Nusantara yang Teruji Keberhasilan Metode Pengajarannya

Senin, 14 November 2022 - 19:29:00 WIB
Pesantren, Pendidikan Khas Nusantara yang Teruji Keberhasilan Metode Pengajarannya
Katib ‘Aam PBNU KH Sa’id Asrori Arori. Foto: Ist.
Advertisement . Scroll to see content

BOYOLALI, iNews.id - Katib ‘Aam PBNU KH Sa’id Asrori Arori menegaskan bahwa lembaga pendidikan pesantren merupakan pendidikan khas Nusantara. Bahkan keberadaannya sudah teruji keberhasilan metode pengajarannya.

Menurut Kiai Sa'id, pendidikan pesantren mempunyai tiga syarat agar dapat disebut sebagai pesantren. Pertama, adanya kiai atau pengasuh yang mengajarkan ilmu. Kedua, adanya santri sebagai anak asuh yang menempuh pendidikan di pesantren dan ketiga, adanya ilmu atau kitab yang diajarkan.

“Maka kalau ada pesantren, bahkan membangun gedung yang megah tetapi tidak ada kiainya, atau tidak ada santrinya (yang mukim) dan apalagi tidak ada pembelajaran kitab, maka sejatinya bukanlah pesantren,” kata KH Sa’id Asrori saat memberi sambutan di acara Haul ke-59 Pondok Pesantren Al Huda, Doglo, Boyolali, Minggu (13/11) malam.

Selain Katib 'Aam PBNU, Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memberikan mauidhoh hasanah yang dikemas dalam acara pengajian akbar. Rangkaian acara digelar selama tiga hari mulai Jumat-Minggu (11-13/11/2022). 

Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar ketika memberikan mauidhoh hasanah, menyampaikan bahwa takdir manusia menjadi kholifatulloh fil ardi bukan sesuatu yang kebetulan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut