Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ubhara Jaya Luluskan 464 Wisudawan Berkarakter Kebangsaan dan Bela Negara
Advertisement . Scroll to see content

Peragaan Busana Semarakkan Wisuda Luring dan Daring UNS

Sabtu, 26 Juni 2021 - 16:17:00 WIB
Peragaan Busana Semarakkan Wisuda Luring dan Daring UNS
Peragaan busana yang digelar saat wisuda luring dan daring UNS Solo, Sabtu (26/6/2021). Foto: Ist.
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id - Wisudaluring dan daring yang digelar Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berlangsung semarak, Sabtu (26/6/2021). Wisuda dimeriahkan peragaan busana dengan tema Indonesia Satu.  

Peragaan busana menggambarkan keanekaragaman berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Busana yang diperagakan antara lain konstum Garuda, nuansa adat Aceh, Minangkabau, Lampung, Betawi, Jawa, Bali, Dayak, Toraja, Minahasa, NTT, dan Papua. 

Peragaan ini diwakili 13 wisudawan dari 11 fakultas, 1 sekolah vokasi, dan 1 sekolah pascasarjana. Dalam wisuda periode III tahun 2021, UNS meluluskan 907 wisudawan. 

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS Prof Ahmad Yunus menyampaikan, di antara lulusan terdapat 366 wisudawan yang lulus dengan predikat cumlaude atau dengan pujian. 

“Selain terdapat lulusan dengan predikat cumlaude, pada periode ini terdapat pula wisudawan dengan capaian yang luar biasa,” kata Ahmad Yunus.  

Hal tersebut seperti lulusan tercepat program Doktor yang diraih Dr Situ Asih dari Prodi S-3 Kajian Budaya dengan masa studi 2 tahun 9  bulan. Selain itu, terdapat pula lulusan termuda program magister yang diraih oleh Santi Oktavia dari prodi S-2 pendidikan Bahasa Indonesia dengan usia 22 tahun 6 bulan saat dinyatakan lulus. 

Lulusan termuda program sarjana diraih Salman Alfarisy dari prodi Kedokteran dengan usia 20 tahun saat dinyatakan lulus. Lalu lulusan tercepat program Diploma IV diraih oleh Diar Dwi Abrianto dari prodi demografi dan pencatatan sipil dengan lama studi 3 tahun 9 bulan. 

Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho mengatakan, mindset sanggup menghadapi kesulitan dan keluar dari zona nyaman harus terbangun sejak dini.

“Tantangan terbesar kita menghadapi perubahan saat ini adalah kesanggupan menghadapi kesulitan dan keluar dari zona nyaman. Mindset harus kita bangun, terutama pada generasi muda agar mampu beradaptasi dan menjemput berbagai perubahan yang terjadi,” kata Jamal. 

Sejatinya berbagai perubahan tata kehidupan baru yang terjadi di masa pandemi, adalah sebuah percepatan kondisi masa depan.  

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut