Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gratis! 4.181 Warga Jateng Kembali ke Perantauan Naik 84 Bus Disiapkan Pemprov
Advertisement . Scroll to see content

Pengalaman Mbah Sumar Hadapi Erupsi Gunung Merapi 2010

Kamis, 09 Juli 2020 - 10:13:00 WIB
Pengalaman Mbah Sumar Hadapi Erupsi Gunung Merapi 2010
Mbah Sumar saat mendapatkan topi BPBD dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BOYOLALI, iNews.id - Sumar Sabar (72), Warga Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) tidak genjar jika erupsi Gunung Merapi kembali terjadi. Dia mengaku sudah berpengalaman menghadapi erupsi Gunung Merapi sejak tahun 2010.

Mbah Sumar pun membagikan ceritanya saat menghadapi erupsi Merapi. Kala itu semua warga berlarian. Teriakan-teriakan ketakutan terdengar di mana-mana.

Satu-satunya yang menenangkan adalah kesigapan perangkat desa serta relawan-relawan bencana. Mereka langsung mengumpulkan warga kemudian mengevakuasi ke tempat aman.

"Dibawa ke Mertoyudan Magelang, ngungsi di sana 40 hari," kata Sumar, Rabu (8/7/2020).

Selain pakaian secukupnya, yang dia bawa hanya surat-surat penting seperti KTP, KK, sertifikat tanah dan surat nikah. Hewan ternak yang dia punya, meski tidak bisa dibawa tapi akhirnya masih tetap bernyawa sampai dia kembali. Sepulang dari tempat pengungsian, dia baru tahu bahwa Mertoyudan merupakan desa saudara yang dimiliki desanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut