Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gerebek Diskotek di Labuhanbatu, 5 Pengunjung Positif Narkoba
Advertisement . Scroll to see content

Pengakuan Sekdes di Purworejo Diduga Tenggak Miras saat Dugem: Saya Hanya Minum Air Putih

Jumat, 09 September 2022 - 07:23:00 WIB
Pengakuan Sekdes di Purworejo Diduga Tenggak Miras saat Dugem: Saya Hanya Minum Air Putih
Seorang Sekdes perempuan di Purworejo diduga menenggak miras saat dugem di diskotik. (tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

PURWOREJO, iNews.id - Viral potongan rekaman video seorang sekretaris desa (Sekdes) perempuan yang diduga menenggak minuman keras (miras) di sebuah diskotek. Video berdurasi 20 detik itu disebarkan dari WhatsApp grup hingga membuat heboh warga. 

Sosok dalam video yang diketahui bernama Andikasari merupakan seorang Sekdes di Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan, Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Saat dikonfirmasi wartawan, Andikasari membenarkan bahwa video berdurasi 20 detik itu adalah dirinya. Selain itu, juga ada video berdurasi 17 detik. 

Namun demikian, dia membantah tuduhan masyarakat yang menyebut dirinya menenggak minuman keras. “Saya tidak minum alkohol atau mabuk, saya hanya minum air putih yang ada di botol tersebut,” katanya.

Kejadian tersebut sebenarnya sudah lama terjadi. Namun diketahui videonya beredar kembali dan ramai diperbincangkan. “Kejadian sudah selesai di desa. Per tanggal 1 Agustus saya sudah memberikan klarifikasi,” ujarnya.

Dia mengaku sudah meminta maaf terkait hal itu kepada kepala desa dan tokoh masyarakat lainnya. Dia membantah bahwa dirinya disuruh pak camat untuk mengondisikan media. “Saya tidak pernah disuruh pak camat, dan sampai sekarang tidak ada buktinya,” ungkapnya.

Aksi dugem tersebut juga sudah mendapatkan perhatian dari camat Loano. Andang Nugrahantara, Kades Ahmad Abdul Azis, Kepala BPD, PMD, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan warga. Mereka menggelar rapat kordinasi pada Selasa (6/9).

Akibat rekaman video tersebut,  warga desa setempat meminta kepada pemerintah untuk memecat AS dari jabatan Sekdes.

Kades Ahmad Abdul Aziz mengatakan bahwa perbuatan Sekdes tersebut sangat meresahkan pemerintahan desa. Pihaknya bahkan sudah melakukan teguran lesan, teguran tertulis dan konfirmasi kepada yang bersangkutan.

“Dia mengakui bahwa video itu adalah dirinya dan minta maaf. Sebenarnya sudah kondusif, namun ada berita yang menyebut pak camat, jadi warga panas lagi,” ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut