SOLO, iNews.id – Pakar matematika Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo memprediksi puncak infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia akan terjadi pertengahan Mei 2020.
Prediksi itu berdasarkan dari hasil Model SIQR (Susceptible-Infected-Quarantie-Recovery) berupa sistem persamaan diferensial yang diselesaikan dengan Metode Numerik Runge-Kutta Order 4.
Data Per 25 Maret: 790 Orang Positif Virus Corona, 58 Meninggal dan 31 Sembuh
Dari metode itu dapat ditarik kesimpulan jika tidak ada perubahan dalam penanganan, diperkirakan puncak infeksi terjadi puncak pada pertengahan Mei 2020. Prediksi tersebut diambil berdasarkan data covid-19 Indonesia data dari 2 -22 Maret 2020. Prediksi tersebut dilakukan selama masa prediksi selama 100 Hari (2 Maret – 10 Juni 2020).
“Jika diterus-teruskan seperti ini maka jumlah yang terinfeksi puncaknya pada pertengahan bulan Mei ini dengan jumlah 2.5 persen dari seluruh populasi di masing-masing wilayah (penduduk Indonesia) terinfeksi. Selama prediksi 100 hari penyebaran virus akan menurun pada bulan Juni tetapi tidak serta merta hilang,” kata pakar matematika FMIPA UNS Dr Sutanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2020).
Stok Menipis akibat Virus Corona, Pakar UNS Sarankan Diversifikasi Pangan
Dia menjelaskan, vrus corona atau Covid-19 bisa musnah dari Indonesia tapi tergantung pada dua parameter yaitu alpha dan Beta. Angka terinfeksi Covid-19 ini bisa saja turun drastis bahkan sampai hilang jika laju karantina (Alpha) semakin besar daripada laju kontak penderita ke Sucsceptible (Beta).