Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Korban Banjir Semarang, Menadah Air Hujan hingga Berangkat Kerja Numpang Truk

Sabtu, 13 Februari 2021 - 19:47:00 WIB
Kisah Korban Banjir Semarang, Menadah Air Hujan hingga Berangkat Kerja Numpang Truk
Sejumlah warga terdampak banjir di Gayamsari, Semarang saat beraktivitas di luar rumah. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Banjir yang merendam wilayah Kota Semarang menyisakan cerita sedih bagi yang mengalami. Berbagai kesulitan yang pernah dirasakan terus tertanam di benak mereka. 

Selama terendam banjir, warga kesulitan mendapat air bersih. Sebab kran PDAM turut terendam banjir. Warga yang memiliki sumur juga tidak bisa mengambil air karena listrik padam. Sehingga pompa untuk menyedot air dari tanah juga tak bisa dinyalakan. 

Seperti yang dialami warga Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka membeli seharga Rp5.000 per galon.  Air hanya untuk keperluan masak dan minum. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, mereka menadah air hujan. 

Untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, mereka juga harus berjalan menerjang banjir ratusan meter menuju pasar. Jalan tidak bisa dilalui sepeda motor atau sepeda karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

"Selama banjir, daerah kami terisolasi air. Bantuan juga terbatas,” ujar Endah (40) salah satu korban banjir. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut