PURWOREJO, iNews.id – Musim kemarau panjang tahun ini mengakibatkan sejumlah daerah di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng), dilanda kekeringan. Sedikitnya 68 desa di 11 kecamatan mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Musibah kekeringan mulai dirasakan sejumlah desa sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan, musim kemarau kali ini membuat beberapa desa yang sebelumnya tidak mengalami kekeringan mulai merasakan dampak.
Memasuki Musim Kemarau, 10 Desa di Purworejo Alami Krisis Air Bersih
Informasi diperoleh dari warga, ada tujuh desa yang pada musim kemarau sebelumnya tidak pernah mengalami kesulitan air bersih, kini mengajukan bantuan air bersih. Ketujuh desa itu yakni, Desa Clapar dan Kalirejo di Kecamatan Bagelen, Desa Karangsari dan Desa Pekacangan di Kecamatan Bener, serta Desa Kalikalong, Kalinongko, dan Desa Kaliglagah di Kecamatan Loano.
Kepala Pelaksana harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Sutrisno mengatakan, dari data yang mereka peroleh, dari 68 desa yang mengalami kesulitan air bersih, tercatat paling parah dirasakan warga Kecamatan Bener dengan jumlah 10 desa. Kemudian, disusul Kecamatan Loano dan Kecamatan Bagelen, masing-masing sembilan desa.
Dampak Musim Kemarau, 8 Kecamatan di Bantul DIY Dilanda Kekeringan
“Sementara itu di Kecamatan Purworejo, sedikitnya tujuh desa terdampak musibah kekeringan. Lalu, di Kecamatan Kemiri, Pituruh, dan Bayan, masing-masing enam desa, Kecamatan Kaligesing, Grabag, dan Banyuurip masing-masing empat desa, serta di Kecamatan Gebang sebanyak tiga desa yang mengalami kesulitan air akses air bersih,” kata Sutrisno, Jumat (28/6/2019).