Kekeringan di Banjarnegara Meluas, 1.600 Warga Berebut Bantuan Air Bersih
BANJARNEGARA, iNews.id – Krisis air bersih dialami warga Desa Serang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebanyak 1.600 jiwa kini mengalami kesulitan pasokan air bersih akibat sumber mata air yang mengering total akibat musim kemarau.
Kondisi tersebut diperparah dengan putusnya jalur irigasi utama desa setelah tertimpa material longsor beberapa waktu lalu, sehingga warga tidak memiliki alternatif sumber air lain.
Akibat kekeringan ekstrem ini, aktivitas harian warga Desa Serang terganggu. Mereka terpaksa membatasi penggunaan air untuk keperluan memasak, mencuci, hingga urusan sanitasi (MCK).
Merespons situasi darurat yang dialami warga, Polres Banjarnegara langsung menerjunkan bantuan sosial. Sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan menggunakan sejumlah armada truk tangki langsung ke permukiman warga yang terdampak paling parah.
Aksi kemanusiaan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini langsung diserbu oleh ratusan warga. Menggunakan ember, jeriken, hingga bak penampungan besar, warga rela mengantre demi mendapatkan jatah air bersih dari petugas.
Perangkat Desa Serang, Suratno, menyampaikan terima kasih atas respons cepat pihak kepolisian. “Bantuan ini dinilai sangat meringankan beban warga yang sudah beberapa pekan terakhir kesulitan membeli air bersih,” katanya, Kamis (25/6/2026).
Kasat Lantas Polres Banjarnegara, AKP Ahmad Rusli, menegaskan bahwa pasokan bantuan air bersih ini akan terus diupayakan secara berkala selama musim kemarau berlangsung.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menuturkan, kekeringan di Kabupaten Banjarnegara yang terjadi pada periode Juni 2026 berdampak pada 339 kepala keluarga atau 2.069 jiwa, dengan status siaga darurat yang telah ditetapkan sejak 22 Juni hingga 19 September 2026. “BPBD setempat telah mendistribusikan 6.000 liter air bersih," katanya.
Selain Banjarnegara, kekeringan juga melanda tiga kabupaten lain di Jawa Tengah yakni, Boyolali, Klaten, dan Cilacap.
Di Boyolali, sebanyak 42 kepala keluarga atau 125 warga di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro terdampak fenomena tersebut.
"BPBD Kabupaten Boyolali telah menyalurkan bantuan air bersih yang dilaporkan tersalurkan secara merata, aman, dan tertib kepada seluruh warga yang membutuhkan," ujar Abdul Muhari.
Editor: Kastolani Marzuki