Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair di Semarang, Pagi hingga Sore Pelamar Berdatangan
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Pemesanan Peti Mati di Salatiga Naik 600 Persen

Senin, 28 Juni 2021 - 12:16:00 WIB
Kasus Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Pemesanan Peti Mati di Salatiga Naik 600 Persen
Seorang pekerja sedang membuat peti mati di salah satu perajin di Jalan Taman Makam Pahlawan, Kutowinangun, Salatiga. Foto: Ist.
Advertisement . Scroll to see content

SALATIGA, iNews.id – Kasus kematian akibat terpapar Covid-19 di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang terus bertambah. Akibatnya, kebutuhan peti mati untuk pemakaman meningkat dan pemesanan melonjak hingga 600 persen. 

Salah seorang pengusaha peti mati di Salatiga, Sigit (40) menuturkan, sebelum pandemi dalam satu bulan dirinya menjual rata-rata sekitar 20 peti mati. Namun selama pandemi Covid-19, permintaan peti mati meningkat tajam. Bahkan dirinya bisa menjual 120 peti mati per bulan.

"Semenjak pandemi, penjualan peti mati meningkat  hingga 600 persen dibanding sebelum pandemi," kata pemilik usaha peti mati Tulus Jaya di Jalan Taman Makam Pahlawan, Salatiga ini, Senin (28/6/2021).

Menurutnya, selama pandemi pemesanan peti mati terbanyak dari rumah sakit di Salatiga dan Kabupaten Semarang. Adapun permintaan dari rumah sakit jenisnya peti mati semok yang khusus diperuntukkan untuk pasien Covid-19

"Ukurannya 2 meter x 60 sentimeter. Bahannya kayu sengon kualitas bagus. Di dalamnya di kasih bantalan kain satin dan dilapisi kain yang halus. Untuk harganya Rp1,5 juta per peti,” katanya. 

Karena permintaan peti mati melonjak, Sigit beserta tiga orang pekerjanya harus bekerja keras dan lembur. Sebab untuk membuat satu peti mati semok, membutuhkan waktu sekitar dua jam.  

"Dalam satu hari kami bisa membuat sepuluh peti mati. Selain peti semok untuk jenazah Covid-19, kami juga membuat peti dari ukir jati, mulai dari harga Rp3,5 juta hingga Rp12 juta,” katanya 

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut