Jalan Antardusun Longsor, Aktivitas Warga di Rembang Terganggu
REMBANG, iNews.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dini hari tadi mengakibatkan sejumlah akses jalan antardusun nyaris terputus, Rabu (3/1/2018). Akibatnya, aktivitas masyarakat pun menjadi terhambat. Para pengguna mobil yang hendak melewati jalan tersebut, harus memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh.
Jalan longsor ini terjadi di Desa Woro, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah,. Tepatnya menghubungkan antara Dusun Woro dengan Dusun Tegalsruwan. Badan jalan yang longsor di titik itu panjangnya hampir mencapai 20 meter. Saat ini, badan jalan yang tersisa tinggal setengah meter. Sehingga jalan tersebut hanya bisa dilalui pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor. Sedangkan untuk mobil, terpaksa dialihkan menuju jalur alternatif, memutar ke kampung lain yang jaraknya mencapai lima kilometer.
Pada 2014 lalu, ruas jalan tersebut juga pernah longsor. Namun kali ini kondisinya jauh lebih parah. Longsor diduga karena debet air sungai meningkat, kemudian menggerus tanah bagian bawah. Ditambah derasnya kiriman air dari lahan persawahan, membuat tanah bagian atas jalan semakin lembek.
Kepala Desa Woro, Rasidan mengatakan, pihaknya khawatir, jika hujan terus mengguyur, jalan tersebut akan kembali longsor sehingga tidak dapat dilalui sama sekali. “Akibatnya aktivitas masyarakat nantinya pasti akan terganggu. Jalan ini sebelumnya juga pernah putus tapi tidak separah sekarang,” ucapnya.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang yang datang ke lokasi, menyediakan 300 karung untuk membuat tanggul darurat. Petugas dibantu warga dikerahkan mengisi karung dengan pasir, untuk membuat tanggul darurat sementara.
Kepala BPBD Rembang, Purwadi Samsi, menyarankan kepada pemerintah desa setempat, agar lekas melaporkan kejadian tersebut secara tertulis kepada Bupati Rembang. “Agar longsor bisa diatasi melalui program rekonstruksi bencana. Targetnya, penanganan longsor dengan membangun tebing permanen, bisa dianggarkan pada APBD perubahan Kabupaten Rembang tahun 2018 ini,” ucapnya.
Saat ini curah hujan di Kabupaten Rembang masih cukup tinggi. Apabila terjadi longsor susulan, jalan yang longsor diperkirakan akan putus total. Padahal selama ini akses jalan Woro-Tegalsruwan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Terutama untuk jalur angkutan hasil pertanian. Desa Woro, Kecamatan Kragan, selama ini merupakan pusat penghasil buah-buahan, seperti duku, durian dan mangga.
Editor: Himas Puspito Putra