Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Emak-Emak Turun ke Jalan Ikut Demo di Cirebon, Lantang Berorasi Sampaikan Aspirasi
Advertisement . Scroll to see content

Demo Aliansi Salatiga Menggugat di DPRD Ricuh, Mahasiswa dan Aparat Saling Dorong

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:44:00 WIB
Demo Aliansi Salatiga Menggugat di DPRD Ricuh, Mahasiswa dan Aparat Saling Dorong
Demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat di depan Gedung DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah, berujung ricuh, Rabu (17/6/2026) siang. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

SALATIGA, iNews.idDemonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat di depan Gedung DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah, berujung ricuh, Rabu (17/6/2026) siang. Mahasiswa mengkritisi program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Kericuhan terjadi saat mahasiswa berusaha memasuki Gedung DPRD untuk bertemu langsung dengan Ketua DPRD Kota Salatiga. Upaya tersebut mendapat pengawalan ketat polisi sehingga memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas.

Demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat di depan Gedung DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah, berujung ricuh, Rabu (17/6/2026) siang. (Foto: iNews).
Demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat di depan Gedung DPRD Kota Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026) siang. (Foto: iNews).

Situasi semakin memanas ketika aparat berupaya memadamkan kobaran api dari ban bekas yang dibakar massa aksi di depan gedung DPRD. Mahasiswa berusaha menghalangi petugas sehingga terjadi aksi saling tarik dan dorong yang sempat berlangsung beberapa menit.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mereka menolak kenaikan harga BBM karena dinilai akan semakin membebani dan menyengsarakan masyarakat.

Selain itu, massa juga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi program MBG. Menurut mereka, program tersebut perlu ditinjau kembali karena dinilai menghabiskan anggaran negara dalam jumlah besar.

Koordinator aksi, Memo Gunawan Gea, menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi ekonomi masyarakat dan penggunaan anggaran negara.

"Kami menuntut penghentian pemborosan APBN, evaluasi KDMP dan MBG yang kami rasa ini merugikan masyarakat belum lagi diawali dengan korupsi oleh kepala BGN. Oleh karena itu dengan segala kerasahan kami, turun kejalan," ujar Memo Gunawan di lokasi.

Ketegangan akhirnya mereda setelah Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, dan Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menemui massa di depan gerbang gedung DPRD. 

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut