Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tukang Kelet Hewan Kurban di Salatiga Meninggal saat Bertugas, Diduga Serangan Jantung
Advertisement . Scroll to see content

Dampak Wabah PMK, Penjualan Daging Sapi di Salatiga Anjlok

Rabu, 18 Mei 2022 - 14:36:00 WIB
Dampak Wabah PMK, Penjualan Daging Sapi di Salatiga Anjlok
Suasana penjualan daging sapi di Pasar Raya 1 Salatiga yang sepi pembeli, Rabu (18/5/2022). Foto: Sindonews/Angga Rosa.
Advertisement . Scroll to see content

SALATIGA, iNews.id - Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak pada penjualan daging sapi di Kota Salatiga. Pedagang daging sapi mengaku omzet penjualan mereka anjlok. 

"Sangat berpengaruh pada penjualan daging, omzet langsung menurun,” kata salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Raya 1 Salatiga, Ruskanto, Rabu (18/5/2022).

Dia menuturkan, setiap dua hari sekali biasanya beberapa pelanggan membeli daging dalam jumlah banyak. Namun semenjak muncul PMK, mereka belum membeli daging.

"Seperti pemilik salah satu rumah makan Padang langganan saya, biasanya setiap dua hari sekali membeli 15 kilogram daging sapi. Tapi sudah empat hari ini tidak membeli daging. Begitu pula dengan pelanggan lainnya, juga belum kulakan lagi," ujarnya.

Menurutnya, pelanggan takut untuk membeli daging sapi lantaran ada sapi yang terkena PMK. Mereka khawatir masakan daging sapi tidak laku. "Karena itu, mereka tidak membeli daging sapi," katanya.

Dia berharap, pemerintah bisa segera mengatasi penyakit PMK pada hewan ternak agar penjualan daging sapi bisa normal kembali. Para pedagang kawatir jika penyakit PMK mewabah, pedagang daging sapi akan semakin terpuruk.

 "Penyakit itu (PMK) berpengaruh besar pada penjualan. Meski harga daging sapi saat ini sudah turun menjadi Rp120.000 per kilogram dari harga Lebaran Rp150.000, namun tetap sepi pembeli," ucapnya. 

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut