Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Modal Kain Kafan, Dukun Palsu Lulusan SD di Kendal Tipu Karyawan BUMN Rp120 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Putri Curhat ke Damkar Pekalongan, Laporan Ditolak Polisi Malah Ditawari Beli Nastar

Minggu, 16 Maret 2025 - 11:18:00 WIB
Cerita Putri Curhat ke Damkar Pekalongan, Laporan Ditolak Polisi Malah Ditawari Beli Nastar
Putri, pedagang korban penipuan saat curhat ke petugas Damkar Kota Pekalongan usai laporannya ditolak polisi. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

PEKALONGAN, iNews.id – Putri (23), wanita asal Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang menjadi korban penipuan mengungkapkan keluh kesahnya ke petugas Damkar Pekalongan usai laporannya ditolak Polres Pemalang.

Kekesalan Putri semakin menjadi setelah laporannya ditolak, dia malah ditawari untuk membeli kue nastar yang disodorkan salah satu anggota polisi.

“Saya kesel, pak. Laporan saya ditolak malah ditawari beli kue nastar salah satu anggota polisi,” kata Putri saat mencurahkan hatinya ke petugas Damkar Pekalongan, Sabtu (15/3/2025) malam.

Kepada petugas damkar, Putri menuturkan ihwal penipuan yang dialaminya. Saat itu, Putri tertarik dengan iklan sepeda listrik yang dijual di marketplace Facebook seharga Rp1.650.000. Setelah membayar uang muka sebesar Rp450.000 melalui dua kali transfer, dia menerima faktur pembelian dan diminta mengambil sepeda di toko di Pemalang. 

Sesampainya di sana, pihak toko mengaku tidak mengenali faktur tersebut. Bahkan, diketahui ada lima warga lain yang menjadi korban dengan modus serupa.

"Sampai di toko bilangnya itu bukan dari karyawan saya terus diarahin laporan ke Poles Pemalang, mboten terima malan ditawari (beli) nastar," ujar Putri.

Dalam keputusasaannya, Putri secara spontan menghubungi Damkar Kota Pekalongan untuk meminta izin curhat. Petugas damkar awalnya mengira ada laporan kebakaran, tetapi ternyata Putri hanya ingin mencurahkan isi hatinya sambil menangis. 

"Soalnya biar tenang (memilih ke Damkar) soalnya kalau ke psikolog kan bayar lagi. Uang itu untuk perputaran jualan," ucapnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut