Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gadis 18 Tahun Dibegal di Kendal, Pelaku Ancam Pakai Golok Rampas HP dan Uang
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Bandang Terjang Kendal akibat Hujan Deras, Puluhan Rumah Terendam

Minggu, 10 Mei 2020 - 15:28:00 WIB
Banjir Bandang Terjang Kendal akibat Hujan Deras, Puluhan Rumah Terendam
Warga mengevakuasi motor saat terjadi banjir bandang di Desa Klantung, Sojomerto, Kecamatan Gemu, Kendal, Jateng, Minggu (10/5/2020). (Foto: iNews/Eddie Prayitno)
Advertisement . Scroll to see content

KENDAL, iNews.id - Banjir bandang menerjang Dusun Klantung, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kendal setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras seharian, Minggu (10/5/2020). Bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga terendam setinggi satu meter.

Selain akibat hujan deras, banjir bandang disebabkan meluapnya sungai lantaran tak mampu menampung debit air. Banjir juga mengakibatkan puluhan hektare lahan pertanian rusak terendam air.

Detik-detik banjir bandang itu terekam video amatir warga. Dalam video tampak luapan air sungai dengan volume air sekitar satu meter merendam sedikitnya 88 rumah warga yang dihuni 245 kepala keluarga (KK).

Kepala Dusun Klantung, Hartadi menjelaskan, banjir bandang kali ini merupakan yang terbesar dari sebelumnya.

“Kondisi tanah yang labil akibat pola tanam yang tidak seimbang menyebabkan perbukitan yang berada di sekitar kawasan desa tersebut tidak dapat meresap air dengan baik,” katanya.

Selain puluhan rumah warga, kata dia, banjir bandang juga mengakibatkan 25 hektare lahan pertanian warga yang berisi tanaman jagung, pisang, dan pohon jati tersapu banjir bandang.

Kasi Kedaruratan dan Logisti BPBD Kendal, Iwan Sulistyo mengatakan, petugas sudah menyalurkan bantuan sembako dan sarana prasarana untuk makan korban terdampak banjir bandang.

“Bantuan sudah kita salurkan ke korban banjir. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa pada bencana banjir bandang. Namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Iwan menambahkan, normalisasi sungai sangat dibutuhkan untuk mencegah agar bencana banjir bandang tidak kembali terjadi.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut