Waspada Banjir, 400 Personel DPU Kota Bandung Siaga 24 Jam
BANDUNG, iNews.id - Curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir berpotensi mengakibatkan banjir di Kota Bandung. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung mengandalkan unit reaksi cepat, pasukan katak, dan pasukan jurig cai atau gorong-gorong untuk waspada menanggulangi banjir yang mungkin terjadi pada musim hujan ini. Pasukan ini terdiri dari 400 personel yang dilengkapi dengan pompa penyedot air.
Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengendalian DPU Kota Bandung, Tedi Setiadi mengemukakan, hampir setiap hari pihaknya membersihkan sungai, gorong-gorong, dan kali air agar tidak tersumbat. Saat ini, ada lima pekerjaan besar yang tengah digarap untuk menanggulangi banjir di antaranya normalisasi Sungai Citepus di Pagarsih yang merupakan langganan banjir, normalisasi Citepus setelah jalan Pagarsih, normalisasi Sungai Cidurian, Cipamokolan daerah Soekarno-Hatta, dan Cikapundung daerah Sukaluyu.
Khusus normalisasi Sungai Citepus daerah Pagarsih, kata dia, pihaknya mencoba membuat saluran baru berukuran 5x4 meter. Lokasinya bersebelahan dengan saluran yang sudah ada berukuran 3x4 meter. Saluran baru tersebut akan menjadi semacam tol air sehingga membantu mengurangi limpahan air ke jalan jika terjadi banjir. Normalisasi tersebut tidak hanya untuk menanggulangi banjir, tapi juga untuk memperhatikan infrastruktur hijau.
“Jadi di samping menata untuk menanggulangi banjir, kami juga memperhatikan unsur estetikanya. Nanti akan ada tempat kaulinan budak, tempat jogging atau aktivitas lain, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sekarang masih dibangun, mudah-mudahan Desember ini bisa selesai,”paparnya, Sabtu (18/11/2017).
Menurut dia, kontur Kota Bandung merupakan cekungan yang menyebabkan terjadi banyak genangan kalau hujan. Namun genangan itu tidak selalu banjir, melainkan hanya berupa cileuncang yang tidak lebih dari dua jam akan kembali surut.
“Kemarin saya berkeliling Kota Bandung misalnya di daerah Tubagus Ismail, Dago, Dipatiukur, Setia Budi, Pasirkaliki Gedebage, Margahayu, dan lainnya. Yang agak besar itu ada di Rancabolang, Cikadut dan Antapani,” kata dia.
Berkat berbagai upaya tersebut, dia bersyukur sampai saat ini genangan hujan di Bandung masih bisa diatasi. Personel dari DPU terus disiagakan karena sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi untuk cuaca ini diprediksi berlangsung sampai Februari. Dia pun meminta agar masyarakat segera melapor jika terjadi banjir kepada DPU, terutama melalui unit pelaksana teknis (UPT) terdekat antara lain Bojonegara, Cibeunying, Tegalega, Karees, Gedebage dan Ujung Berung.
Tedi juga mengimbau kepada masyarakat agar menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun saluran air lain. Selama ini, tim kebersihan sungai mengangkut tiga sampai empat truk sampah per hari.
“Bantu kami dengan paling tidak membersihkan kali-kali air di depan rumah masing-masing karena itu akan membantu mengurangi sedimentasi. Kami sudah berupaya, tapi kami juga meminta bantuan dari warga agar sama-sama bertanggung jawab karena keterbatasan. Kami mohon maaf karena tidak bisa seluruhnya dilayani,” paparnya.
Prakirawan BMKG Bandung, Asri menyebutkan, curah hujan di Kota Bandung pada bulan November ini cukup tinggi di mayoritas wilayah, selain wilayah Bandung Utara dan Bandung Timur yang masuk kategori menengah. “Pada bulan Desember, curah hujan akan lebih tinggi lagi,” sebutnya.
Editor: Maria Christina