Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapal Nelayan Cirebon Tenggelam di Perairan Lampung Timur, 1 Tewas dan Nakhoda Hilang
Advertisement . Scroll to see content

Tongkang Rusak, Ribuan Ton Batu Bara Tumpang Penuhi Pantai Sukaresik Pangandaran

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:27:00 WIB
Tongkang Rusak, Ribuan Ton Batu Bara Tumpang Penuhi Pantai Sukaresik Pangandaran
Kapal tongkang angkut ribuan ton batu bara tumpang di Pantai Pangandaran. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

PANGANDARAN, iNews.idKapal tongkang bermuatan ribuan ton batu bara rusak dan didamparkan di Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Peristiwa itu memicu pencemaran parah setelah muatannya tumpah ke laut dan merusak garis pantai. 

Tumpahan material hitam pekat tersebut kini dilaporkan telah meluas dan berserakan di sepanjang bibir pantai, mengancam ekosistem laut serta mata pencaharian nelayan lokal. 

Berdasarkan kronologi petaka lingkungan ini, kapal tongkang yang ditarik oleh Tugboat Titan 33 tersebut sebenarnya sedang berlayar membawa pasokan energi dari Palembang menuju Cilacap.

Namun di tengah jalan, kapal mengalami kendala besar yang memaksa kru mengambil tindakan darurat. Pada Selasa sore, kapal mengalami kerusakan teknis serius di tengah laut dan terancam tenggelam akibat terjangan gelombang Samudera Hindia. 

Kapal awalnya sempat didamparkan di kawasan wisata Pantai Batukaras. Rekaman video amatir warga memperlihatkan sejumlah nelayan mendatangi tugboat penarik dan mendesak agar kapal segera dipindahkan karena dinilai mengotori area wisata.

Kapal akhirnya digeser dan sengaja didamparkan di Pantai Sukaresik. Namun, posisi tongkang yang miring membuat ribuan ton batu bara perlahan tumpah ke laut setelah dihantam ombak besar. 

Dampak dari tumpahan ini sangat masif. Hamparan material batu bara hitam pekat dilaporkan membentang luas dari kawasan Pantai Sukaresik hingga mulai mengarah ke kawasan wisata Batu Hiu.

Polisi Gandeng DLHK Ambil Sampel Air

Merespons potensi kerusakan lingkungan yang makin meluas, Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Pangandaran langsung turun tangan ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan koordinasi teknis. 

Kasatpolair Polres Pangandaran, AKP Anang Tri mengatakan, 
tongkang yang ditarik Tugboat Titan 33 ini berlayar dari Palembang menuju Cilacap dan didamparkan pada Selasa sore, kemudian digeser ke Pantai Sukaresik. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pangandaran serta membawa sampel air dan material untuk uji laboratorium guna mengantisipasi potensi pencemaran lingkungan yang lebih luas," kata AKP Anang Tri, Kamis (18/6/2026).

HNSI Ancam Layangkan Gugatan Kelompok

Kondisi pesisir yang menghitam memicu reaksi keras dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran. Mereka menilai insiden tumpahan batu bara ini berisiko fatal merusak ekosistem terumbu karang dan mematikan biota laut yang menjadi sumber mata pencaharian utama nelayan tradisional. 

Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, HNSI mendesak pemerintah daerah dan pihak pemilik kapal untuk segera melakukan penanganan darurat guna menyedot atau membersihkan sisa-sisa batu bara dari laut sebelum dampaknya tidak bisa dikendalikan. 

"Jika langkah yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait tidak dapat segera mengatasi masalah pencemaran ini, kami dari HNSI akan melakukan gugatan kelompok atau class action atas insiden yang sangat merugikan ini," kata Jeje Wiradinata. 

Warga dan pelaku usaha lokal kini diselimuti kekhawatiran besar. Jika pencemaran batu bara ini tidak segera ditangani secara cepat dan total, dampaknya dikhawatirkan tidak hanya memukul sektor perikanan. 

Zat polutan dari batu bara berpotensi merusak citra Pangandaran yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan dan berpasir indah di Jawa Barat. Pihak DLHK diharapkan dapat segera merilis hasil uji lab agar langkah lokalisasi pencemaran bisa segera dieksekusi.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut