Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penyebab Granmax Tabrak Truk Tewaskan 1 Orang di Tol Cipularang, Sopir Diduga Microsleep
Advertisement . Scroll to see content

Tol Cipularang KM 118 di Bandung Barat Terancam Putus, Waspada Longsor Susulan

Minggu, 16 Februari 2020 - 16:05:00 WIB
Tol Cipularang KM 118 di Bandung Barat Terancam Putus, Waspada Longsor Susulan
Kondisi Jalan Tol Cipularang KM 118 masih dapat dilalui kendaraan. Sebelumnya terjadi titik longsor dekat badan jalan pada Selasa (11/2/2020). (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG BARAT, iNews.id – Pengguna Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) harus mewaspadai saat melintas di Kilometer (KM) 118, tepatnya di Kampung Hegarmanah RT02/04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Lokasi ini sempat longsor kendati tak menganggu arus lalu lintas pada Selasa (11/2/2020). Dengan jarak hanya sekitar 8 meter dari badan jalan, dikhawatirkan akses Tol Cipularang bisa terancam putus jika terjadi longsor susulan.

Terkait kejadian ini, PT Jasa Marga Metropolitan Tollroad telah memperbaiki dan melakukan proses pemulihan ruang milik jalan (rumija) Tol Cipularang, Minggu (16/2/2020). Meski terjadi longsor, arus lalu lintas jalan Tol Cipularang kedua arah tetap normal.

General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Pratomo Bimawan Putra mengatakan, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kampung Hegarmanah RT02/04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, KBB sejak 11 Februari 2020. Hingga saat ini, area Jalan Tol Cipularang di sekitar lokasi tersebut masih aman dan lancar untuk dilalui pengguna jalan.

"Kondisi saat ini di lokasi longsor Km 118+600 arah Jakarta, telah dilakukan pemasangan dolken/cerucuk dan sandbag. Pemasangan terpal untuk menghidari meresapnya air hujan secara langsung, pengaliran drainase air hujan, serta menyiagakan petugas pengawasan,” ujarnya.

Selain itu telah dilakukan pengujian sondir pada area longsoran untuk mengetahui karakteristik tanah. Direncanakan untuk penanganan lereng dengan melakukan perkuatan dengan boredpile dan retaining wall.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut