Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang, BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem
Advertisement . Scroll to see content

Sukabumi Diterjang Cuaca Ekstrem, Banjir-Longsor hingga Angin Kencang Tersebar di 20 Titik

Rabu, 06 November 2024 - 15:44:00 WIB
Sukabumi Diterjang Cuaca Ekstrem, Banjir-Longsor hingga Angin Kencang Tersebar di 20 Titik
Banjir hingga longsor dan pohon tumbang akibat hujan deras menerjang sejumlah wilayah di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (5/11/2024). (Foto: iNews/Budi Setiawan)
Advertisement . Scroll to see content

SUKABUMI, iNews.id - Hujan deras disertai angin kencang menerjang Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (5/11/2024). Cuaca ekstrem ini memicu 20 kejadian bencana yang tersebar di 13 kecamatan dan 18 desa.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna melaporkan,  bencana yang terjadi meliputi 9 titik longsor, 8 kejadian angin kencang dan 3 titik banjir. 

"Totalnya 20 titik kejadian. Kondisi ini menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp530 juta," ujar Daeng Sutisna, Rabu (6/11/2024). 

Daeng menjelaskan, beberapa kejadian bencana dalam perhitungan cepat ini meliputi longsor di Kampung Muara, Desa Jambenenggang, Kebonpedes. Kemudian longsor di titik lainnya seperti Kampung Cigoletrak, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran.

Selanjutnya cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang Kampung Nyangkokot, Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi, serta Kampung Parungseah di Kecamatan Sukabumi. Bencana banjir juga tercatat melanda Desa Sasagaran dan Cikaret di Kebonpedes, serta wilayah lain di Kecamatan Cisaat.

"Cuaca ekstrem seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Sukabumi. BPBD terus memantau wilayah terdampak dan siap siaga untuk memberikan bantuan darurat kepada warga," kata Daeng Sutisna.

Menurutnya, BPBD Kabupaten Sukabumi telah mengerahkan tim untuk membantu warga di daerah-daerah terdampak, khususnya di lokasi longsor yang mengganggu akses jalan utama desa. 

Pemerintah daerah juga mengimbau warga, terutama yang tinggal di sekitar lereng bukit dan bantaran sungai untuk waspada dan siap melakukan evakuasi mandiri jika kondisi cuaca semakin memburuk. 

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak berada di luar ruangan saat hujan lebat disertai angin kencang demi keselamatan. Jika ada tanda-tanda bahaya, segera hubungi petugas," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut