Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Solar Langka di Surabaya, Sopir Truk Rela Antre Berjam-Jam di SPBU
Advertisement . Scroll to see content

Stok Solar di Sejumlah SPBU Majalengka Kosong 3 Hari, Sopir Truk Kesulitan Beroperasi

Rabu, 08 Juli 2026 - 11:24:00 WIB
Stok Solar di Sejumlah SPBU Majalengka Kosong 3 Hari, Sopir Truk Kesulitan Beroperasi
Pasokan BBM jenis solar di sejumlah SPBU di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kosong, Rabu (9/7/2026). (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

MAJALENGKA, iNews.id - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kosong. Kondisi ini sudah berlangsung selama tiga hari. 

Dampak dari kekosonga  solar menyebabkan sopir angkutan barang dan angkutan umum yang bergantung pada solar bersubsidi  kesulitan beroperasi.

Pantauan di salah satu SPBU di Jalan Raya Majalengka pada Rabu (8/7/2026) pagi, tidak terlihat antrean truk seperti biasanya. Mesin pengisian solar juga tidak beroperasi karena stok BBM habis.

Pihak pengelola SPBU mengatakan, pasokan solar dari Pertamina belum juga tiba. Mereka masih menunggu distribusi sesuai jadwal pengiriman atau delivery order (DO).

Kelangkaan solar membuat sejumlah sopir memilih menghentikan aktivitas lebih awal. Mereka khawatir kendaraan mogok di perjalanan akibat kehabisan bahan bakar sehingga tidak dapat menyelesaikan pekerjaan maupun memenuhi target setoran kepada pemilik armada.

Salah seorang sopir Elf, Nono mengaku kesulitan memperoleh solar dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, dia hanya dapat bekerja selama setengah hari karena harus menghemat sisa bahan bakar yang dimiliki.

"Paling setengah jalan, kalau di mana-mana (solar) tidak ada ya sudah pulang siang," kata Nono.

Sementara itu, pengawas salah satu SPBU di Kota Majalengka, Arya Nugraha, membenarkan bahwa stok solar telah kosong selama tiga hari. Hingga kini, pihaknya masih menunggu pasokan baru dari Pertamina.

"Sudah tiga hari (solar kosong) karena alokasi masih sama sementara penjualan semakin meninkat," ujar Arya.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera memastikan kelancaran distribusi solar agar aktivitas transportasi dan distribusi barang dapat kembali berjalan normal.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut