Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Balita Hanyut di Sungai Cianten Bogor Ditemukan Tewas, Terseret Arus saat Temani Ibu Mencuci
Advertisement . Scroll to see content

Sebut Siswi SMP di Tasikmalaya yang Tewas di Gorong-Gorong Dibunuh, Ibu Kandung Harap Pelaku Dihukum Mati

Rabu, 29 Januari 2020 - 15:18:00 WIB
Sebut Siswi SMP di Tasikmalaya yang Tewas di Gorong-Gorong Dibunuh, Ibu Kandung Harap Pelaku Dihukum Mati
Prosesi pemakaman Delis Sulistina, Rabu (29/1/2020) (Foto:iNews/Asep Juhariyono)
Advertisement . Scroll to see content

TASIKMALAYA, iNews.id - Wati (46) tak bisa menahan kesedihannya saat menyaksikan anaknya Delis Sutina (13) dimakamkan. Delis merupakan siswi SMP di Tasikmalaya yang ditemukan tewas di gorong-gorong.

Delis dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kampung Gadog, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar).

Wati merasa kematian anaknya ada kejanggalan. Dia meminta pelaku dihukum mati jika dugaannya benar.

"Hukuman mati, hukum seberat-beratnya," kata Wati, Rabu (29/1/2020).

Dugaan Wati didasarkan pada kejanggalan yang dilhatnya. Dia menilai anaknya tidak mungkin bisa masuk sendiri ke gorong-gorong yang kecil.

"Sebab itu gorong-gorong kecil sedangkan anak besar," ucap Wati.

Seperti diketahui, Delis ditemukan tewas di dalam gorong-gorong depan sekolahnya dengan masih mengenakan seragam pramuka dan lengkap dengan tas serta bukunya. Posisi tubuhnya melipat di tengah-tengah gorong-gorong.

Sebelumnya, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengatakan, hasil pemeriksaan visum menepis isu di media sosial (medsos) yang menyebut sejumlah organ bagian tubuh korban hilang.

“Saya mau tegaskan di sini, isu yang beredar di medsos jika ada organ tubuh korban hilang itu tidak benar. Semua utuh tak ada yang hilang,” ujarnya di halaman RSUD dr Soekardjo, Tasikmalaya, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, hasil autopsi nanti akan menentukan langkah selanjutnya atas penyelidikan kasus penemuan mayat siswi SMP tersebut.

“Kami masih menunggu hasil autopsi, bisa 14 sampai 20 hari. Paling cepat dua minggu untuk memastikan penyebab kematian korban,” katanya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut