Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Atalia Ditugaskan Rebut Kursi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil: Keputusan Diumumkan Februari 2024
Advertisement . Scroll to see content

Ridwan Kamil Sebut Penanganan Covid-19 Bodebek Tunggu Keputusan PSBB DKI Jakarta

Minggu, 13 September 2020 - 08:32:00 WIB
Ridwan Kamil Sebut Penanganan Covid-19 Bodebek Tunggu Keputusan PSBB DKI Jakarta
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertemu dengan KSAD Jenderal Andika Perkasa dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy. (Foto Ist).
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunggu finalisasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diberlakukan di DKI Jakarta. Sebab hal itu untuk memutuskan kebijakan penanganan Covid-19 di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek).

Ridwan Kamil menyatakan kebijakan di Bodebek akan menyesuaikan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta. Terlebih, saat ini, sekitar 70 persen penyebaran Covid-19 terjadi di Bodebek yang notabene berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Meski begitu, bukan berarti Bodebek akan memberlakukan PSBB ketat.

"Apa pun yang diputuskan oleh DKI Jakarta, Jawa Barat di zona Bodebek ini akan menyesuaikan. Tapi, definisi menyesuaikan itu bukan berarti jawabannya pengetatan PSBB juga karena di Jawa Barat selama ini sudah melakukan pembatasan sosial berskala mikro dan itu efektif," katanya seusai rapat virtual bersama menteri Kabinet Kerja, Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur Banten, dan pihak terkait lainnya dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (12/9/20) malam.

Oleh karenanya, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan, Pemprov Jabar akan menunggu keputusan akhir terkait PSBB yang diambil Pemprov DKI Jakarta. Dia pun akan berkoordinasi dengan kepala daerah di wilayah Bodebek sebagai hal utama yang harus dilakukan sebelum mengeluarkan kebijakan.

"Jadi, kami menunggu saja finalisasi keputusan Jakarta. Lalu saya akan menyesuaikan dengan cepat dan akan dirapatkan dengan wali kota/bupati Bodebek. Kita memang harus koordinasi betul-betul, jangan sampai melakukan kebijakan baru kita berkoordinasi," kata Kang Emil.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut