Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Stunting Masih Tinggi, 56 Kelurahan di Kota Bandung Jadi Prioritas Penanganan
Advertisement . Scroll to see content

Prihatin, Sekeluarga di Subang Tinggal Gubuk Reyot dengan Balita Stunting

Kamis, 11 Agustus 2022 - 16:12:00 WIB
Prihatin, Sekeluarga di Subang Tinggal Gubuk Reyot dengan Balita Stunting
Keluarga Castini harus tinggal di gubuk reyot bersama balitanya yang menderita stunting. (Foto: iNews.id/Yudy Heryawan Juanda)
Advertisement . Scroll to see content

SUBANG, iNews.id - Sebuah keluarga tinggal di rumah tak layak huni dengan kondisi nyaris ambruk. Bahkan, keluarga di Dusun Sukamahi, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, ini memiliki balita menderita stunting akibat kurang gizi. 

Mirisnya lagi, Castini yang saat ini memiliki bayi berusia 22 bulan itu luput dari perhatian pemerintah. Sebelumnya tidak pernah ada dari pihak pemerintah yang datang melihat atau memeriksa kondisi anaknya yang stunting.

Padahal, dilihat ari luar rumah pun kondisi Castini sudah sangat memprihatinkan. Bangunan yang hanya berdinding bilik. Ruangan di dalam rumah tampak kumuh. 


Castini hidup bersama suami yang berprofesi sebagai pedagang keliling. Mereka memiliki dua orang anak, yang salah satu anaknya menderita stunting.

Dia mengaku anak bungsunya itu kerap menangis tanpa sebab. Sehingga dia harus terus menggendong dan membutuhkan waktu lama agar anaknya tenang.

"Waktu lahirnya prematur dan perkembangannya kurang bagus. Harapannya bisa ada yang bantu biar sehat," kata Castini, Kamis (11/8/2022).


Sementara itu, setelah viralnya balita stunting ini, petugas kesehatan dari Puskesmas Pamanukan dan pemerintah desa setempat akhirnya datang ke rumah Castini. Pihak puskesmas berjanji akan rutin memeriksa kondisi kesehatan anak Castini yang menderita stunting.

"Alhamdulillah kami bersama dokter puskesmas dan bidan desa bisa mendatangi keluarga ini. Kondisi ekonomi dan lingkungan juga membawa pengaruh terhadap pertumbuhan balita ini. Kami pun membantunya dengan sesuai kapasitas kami," ujar Kepala Puskesmas Pamanukan, dr Bachtiar.

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut