Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Suami Bunuh Istri di Mamuju Tengah, Anak Ikut Tebas namun Selamat
Advertisement . Scroll to see content

Pelaku Pembunuhan Petani di Kuningan Ditangkap, Motifnya Sengketa Lahan

Kamis, 31 Oktober 2019 - 11:21:00 WIB
Pelaku Pembunuhan Petani di Kuningan Ditangkap, Motifnya Sengketa Lahan
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Reza Falevi memberikan keterangan motif pelaku membunuh korban, sesama petani di Kuningan, Jabar, Kamis (31/10/2019). (Foto: iNews.id/Toiskandar)
Advertisement . Scroll to see content

KUNINGAN, iNews.id – Kasus pembunuhanpetani yang ditemukan tewas di sawahnya di Kuningan, Jawa Barat akhirnya terungkap. Seorang petani lain tega membunuh korban karena sering cekcok terkait lahan.

KS, warga Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan akhirnya ditangkap petugas Satreskrim Polres Kuningan, Jawa Barat di rumahnya. Dia ditangkap tanpa perlawanan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Reza Falevi, tersangka membunuh korban karena hampir tiap hari terlibat cekcok. Dari informasi yang diperoleh polisi, cekcok keduanya terkait asal muasal kepemilikan lahan dan batasnya.

Cekcok berlanjut dengan saling balas merusak tanaman dan juga sarana intalasi air. “Ada instalasi air di lahan pelaku yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Reza.

Akibatnya, saat keduanya tak sengaja bertemu di areal sawah, cekcok kembali terjadi. Mereka duel hingga akhirnya korban tewas.

“Penangkapan tersangka ini berdasarkan hasil otopsi sidik jari serta keterangan sejumlah saksi,” kata Reza di Kuningan, Kamis (31/10/2019).

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sebelumnya, petani asal Desa Sindangjawa, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan bernama Kasromi ditemukan warga tewas mengambang di parit area persawahan. Menurut keluarga, di tubuh korban ditemukan bekas luka.

Meski sudah dimakamkan, keluarga yang curiga dengan kematian korban meminta polisi membongkar makam Kasromi dan melakukan autopsi, Selasa (22/10/2019) siang. Hasilnya, petugas menemukan kandungan air, lumpur dan pasir di dalam paru-paru korban.

Dari hasil tersebut, polisi menemukan titik terang jika korban diduga tewas dibunuh.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut