Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menko PMK Perintahkan Kemensos Data Lagi Korban Gempa Cianjur yang Belum Dapat Bantuan
Advertisement . Scroll to see content

Korban Gempa Cianjur Terserang Penyakit akibat Tenda Pengungsian Tak Layak

Sabtu, 26 November 2022 - 14:03:00 WIB
Korban Gempa Cianjur Terserang Penyakit akibat Tenda Pengungsian Tak Layak
Korban gempa Cianjur, terutama balita dan anak-anak yang tinggal di tenda darurat, terserang penyakit. (FOTO: M ANDI ICHSYAN)
Advertisement . Scroll to see content

CIANJUR, iNewsid - Sejumlah korban gempa Cianjur, terutama balita, anak-anak, dan perempuan lanjut usia (lansia) mulai terserang penyakit. Kondisi itu terjadi karena para korban gempa belum mendapatkan tempat pengungsian layak.

Sebagian besar para korban gempa menempati tenda pengungsian dari terpal dan plastik tipis selama satu pekan terakhir. Untuk alas, mereka hanya menggunakan plastik atau tikar. Akibat saat malam, para pengungsi kedinginan.

Bahkan saat hujan, tanah di bawah tenda basah. Dapat dibayangkan betapa tersiksanya para pengungsi korban gempa Cianjur itu saat malam. Jangankan tidur, untuk merebahkan badan yang letih dan psikologi tertekan akibat bencana saja, mereka tidak bisa.

Berdasarkan liputan MNC Portal Indonesia (MPI), tiga balita di tenda pengungsian Kampung Tugu, Gekbrong, Kabupaten Cianjur, mulai terserang  berbagai penyakit.

Selama berhari- hari, ketiga balita tersebut tinggal bersama orang tuanya di tenda pengungsian tidak layak yang dibangun secara swadaya oleh warga. Kondisi tersebut itu diperparah dengan tidak adanya makanan dan susu untuk bayi, balita, dan anak-anak lantaran bantuan dari pemerintah belum merata.

"Kondisi balita di sini sakit batuk, pilek, dan demam, Sampai saat ini hingga kini anak- anak tersebut belum mendapatkan perawatan dari tim medis," kata Eha, ibu bayi yang mengungsi di Kampung Tugu, Gekbrong.

Deti, ibu balita, pengungsi di Kampung Tugu mengatakan, warga korban gempa sangat berharap pemerintah segera memberikan bantuan, terutama obat- obatan dan perlengkapan anak.

Kondisi serupa juga dialami para pengungsi di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Cianjur. Sebanyak 130 warga menempati tenda pengungsian tidak layak, hasil swadaya warga. Akibatnya, sejumlah balita, anak-anak, dan orang dewasa, menderita penyakit.

Nining, pengungsi di Desa Ciherang, para pengungsi mengeluhkan mual, kembung, dan demam. "Kami memerlukan selimut, sembako, selimut, alat mandi, obat-obatan, dan tenda yang layak," ujar Nining.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut