CIANJUR, iNews.id - Gempa bumi Magnitudo 5,6 (M5,6) menimbulkan duka mendalam bagi warga. Seperti Agus Supardi, warga Kampung Cugenang, Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang, Cianjur yang kehilangan anak dan istri akibat tertimbun longsor saat gempa terjadi.
Sampai saat ini, anak dan istri Agus Supardi belum ditemukan. Dia berharap tim search and rescue (SAR) gabungan bisa segera menemukan istri dan anaknya dalam kondisi apa pun.
Ketua Rescue Perindo Pastikan Evakuasi dan Bantuan Bagi Korban Gempa Cianjur Terus Digencarkan
Diketahui, sebanyak 268 orang meninggal dunia akibat gempa bumi yang disusul dengan longsoran tanah di Cianjur pada Senin (21/11/2022) sekitar pukul 13.21 WIB. Proses pencarian pun terus dilakukan oleh tim SAR gabungan termasuk anggota keluarga korban yang masih hidup.
Agus Supardi pun bertekad mencari keluarganya, anak dan istri sampai berhasil ditemukan. Proses pencarian pun terus dilakukan, baik dengan alat berat maupun manual menggunakan alat seadanya.
Tinjau Korban Gempa Cianjur, Jenderal Andika Suplai Ribuan Paket Makanan ke Masyarakat
Saat kejadian, Agus Supardi tengah bekerja di seberang kampung, tidak jauh dari rumahnya. Namun gempa yang disusul dengan longsoran tanah menerjang Kampung Cugenang dan menimbun istri beserta anaknya.

"Saya berharap istri dan anak dapat segera ditemukan agar bisa dimakamkan dengan layak," kata Agus Supardi yang ditemui di Kampung Cugenang sedang menggali material tanah longsor menggunakan cangkul, Rabu (23/11/2022).
Kisah Miris Warga Cianjur, Hanya Makan Mi Instan karena Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah
"Saya menggali tanah, nyari istri sama anak. Karena ketahuan posisinya di sini rumah saya. Maksudnya gitu," ujar Agus Supardi.
Agus Supardi berharap, tim SAR gabungan segera mengerahkan alat berat untuk menggali material tanah longsor yang merupakan lokasi permukiman warga. Sebab dipastikan, di lokasi itu masih banyak warga yang tertimbun, termasuk anak dan istri Agus.
Innalillahi, Bocah 4 Tahun Korban Gempa Cianjur Meninggal di RSUD R Syamsudin SH Sukabumi
"Ya pengennya mah gitu (dikerahkan alat berat) pengen cepet (agar para korban segera ditemukan). Karena di sini masih banyak yang belum ketemu. Ada 35-an (35 orang) masih tertimbun," tuturnya.
Editor: Agus Warsudi