Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Vaksin Meningitis Langka, Biro Penyelenggara Haji dan Umrah di Surabaya Menjerit
Advertisement . Scroll to see content

Imbas Pandemi Covid-19, Stok Vaksin Meningitis Menipis, Jabar Butuh Pasokan

Rabu, 28 September 2022 - 12:49:00 WIB
Imbas Pandemi Covid-19, Stok Vaksin Meningitis Menipis, Jabar Butuh Pasokan
Dinkes Jabar meminta Kemenkes untuk menambah pasokan vaksin meningitis menyusul menipisnya stok vaksin meningitis di Jabar. (Foto: Ilustrasi/Dok)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Provinsi Jawa Barat membutuhkan pasokan vaksin meningitis menyusul menipisnya stok vaksin yang biasa digunakan jemaah haji dan umrah itu. Menipisnya stok vaksin ini sebagai imbas penundaan ibadah haji dan umrah selama 2,5 tahun akibat pandemi Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Ryan Bayusantika Rustandi mengatakan, menipisnya stok membuat warga Jabar kesulitan mendapatkan vaksin meningitis.

"Di Jabar jumlah vaksin meningitis sedang sangat menipis, masyarakat memang mengalami kesulitan mendapatkan vaksin meningitis," ungkap Ryan di Bandung, Rabu (28/9/2022). 

Menurut Ryan, saat ini, setelah pemerintah kembali membuka ibadah haji dan umrah, terjadi peningkatan jemaah yang berangkat ke Tanah Suci. 


Meski begitu, Ryan meyakinkan bahwa kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Bahkan, Ryan memastikan bahwa stok vaksin meningitis akan kembali normal dalam beberapa waktu ke depan. 

"Jadi sifatnya sementara, selama menunggu vaksin meningitis yang akan mulai normal didistribusikan di Minggu ke-2 Oktober oleh produsen (PT Biofarma)," ujarnya. 

Adapun langkah yang sudah dilakukan pihaknya, yakni berkirim surat ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk meminta penambahan stok vaksin meningitis.

"Dinkes Jabar bersurat ke Kementerian Kesehatan untuk realokasi vaksin jemaah haji reguler di kabupaten/kota untuk digunakan oleh KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk penggunaan jemaah umrah," katanya. 


Ryan pun mengimbau para pelaku usaha perjalanan umrah untuk meningkatkan koordinasi dengan KKP terkait vaksin meningitis agar jemaah umrah bisa mendapatkan vaksin meningitis.

"Minimal waktu untuk penyuntikan adalah 10 hari sebelum keberangkatan (waktu untuk terjadi kekebalan). Sehingga, harus dipertimbangkan kesediaan vaksin, penyuntikan dan keberangkatan," ucapnya. 

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut