Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Massa Unjuk Rasa di Depan Pendopo Indramayu, Minta Bupati dan Wakil Harmonis
Advertisement . Scroll to see content

Imbas Harga BBM Naik Biaya Operasional Melonjak, Nelayan Pantura Indramayu Tak Melaut

Selasa, 06 September 2022 - 08:40:00 WIB
Imbas Harga BBM Naik Biaya Operasional Melonjak, Nelayan Pantura Indramayu Tak Melaut
Nelayan Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu terpaksa tak melaut karena tak memiliki modal untuk menutupi biaya operasional yang melambung akibat harga BBM solar naik. (FOTO: iNews/TOISKANDAR)
Advertisement . Scroll to see content

 INDRAMAYU, iNews.id - Imbas kenaikan harga solar bersubsidi membuat ratusan nelayan pesisir pantai utara (pantura) Kabupaten Indramayu terpaksa berhenti melaut, Selasa (6/9/2022). Mereka menyandarkan perahu di Dermaga Dadap, Kecamatan Juntinyuat, lantaran biaya operasional melambung, tak sebanding dengan pendapatan.

Kehidupan nelayan di Desa Dada, Kecamatan Juntinyuat bakal semakin terpuruk setelah pemerintah memutuskan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) berubsidi. Selain karena harga BBM semakin makal, kondisi perairan juga sedang tidak bersahabat.

Ombak besar yang mengancam keselamatan juga menjadi faktor lain yang memaksa nelayan tidak melaut. "Kami terpaksa tidak melaut karena harga solar mahal menyebabkan ongkos lebih besar dari pendapatan," kata Supadi, nelayan Desa Dadap.

Biasanya, ujar Supadi, para nelayan berlayar ke tengah laut untuk mencari ikan. Namun karena harga bbm bersubsidi jenis solar naik, membuat nelayan semakin enggan melaut. "Kenaikan harga BBM membuat biaya operasional melonjak," ujarnya.

Di tingkat SPBE harga solar naik Rp2.000 perliter. Untuk sekali melaut selama lima hari, nelayan membutuhkan sedikitnya 600 liter solar. Total mereka butuh sedikitnya biaya Rp1,2 juta untuk membelian BBM. "Sementara pendapatan hanya Rp500.000 selama lima hari dari hasil tangkapan ikan," tutur Supadi.

Akibat banyak nelayan yang tidak melaut, aktivitas di tempat pelelangan ikan (TPI) Desa Dadap, sepi. Tidak ada bongkar muat ikan hasil tangkapan nelayan.

"Para nelayan hanya bisa berharap ada bantuan sosial dari pemerintah terkait naiknya harga BBM bersubsidi ini. Seharusnya ada solar harga khusus nelayan agar kehidupan mereka tidak semakin terpuruk," ucap Supadi.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut