Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Kedelai Dunia Melambung, Kemendag Jamin Stok di Dalam Negeri Aman
Advertisement . Scroll to see content

Harga Kedelai Naik 50 Persen, Perajin Tahu Sumedang Terancam Gulung Tikar

Senin, 24 Januari 2022 - 11:34:00 WIB
Harga Kedelai Naik 50 Persen, Perajin Tahu Sumedang Terancam Gulung Tikar
Perajin tahu Sumedang terancam gulung tikar dengan kenaikan kedelai sebesar 50 persen. (Foto: Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

SUMEDANG, iNews.id - Perajin tahu Sumedang terancam gulung tikar menyusul melonjaknya harga bahan baku kedelai hingga 50 persen. Dengan adanya kenaikan tersebut mengakibatkan para perajin kesulitan memproduksi tahu.

Sejumlah perajin pun mengaku dengan kenaikan harga kedelai sebesar 50 persen dari sebelumnya Rp630.000 per kuintal dirasa sangat berat. Padahal, usaha pembuatan tahu menjadi andalan satu-satunya untuk menghidupi keluarga.

Mereka berharap, harga kedelai bisa kembali pada ke posisi semula. Karena yang paling terdampak dari kenaikan ini dari kalangan produsen tahu rumahan.

"Saat ini harga kedelai Rp1.030.000 dari asalnya Rp630.000 per kuintal. Dengan kenaikan ini sangat berat terutama untuk produsen rumahan,"kata Nani, salah seorang pengusaha tahu Sumedang, Senin (24/1/2022).

Pengusaha tahu lainnya, Cimot mengatakan, kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak pandemi Covid-19. Dia yang biasanya mampu memproduksi 4 kuintal kini hanya 2 kwintal.

"Kenaikan harga terjadi pada kedelai impor. Pilihan kepada kedelai impor karena kualitasnya lebih baik dari lokal," ujar dia,

Sementara itu, dengan harga kedelai yang terus merangkak naik, mereka berharap pemerintah menstabilkannya kembali demi membantu pengusaha kecil.

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut