Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Potret Dirut KAI Bobby Rasyidin Duduk Termenung di Depan KRL yang Ringsek Ditabrak KA Argo Bromo
Advertisement . Scroll to see content

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Santunan Rp50 Juta Disiapkan

Selasa, 28 April 2026 - 13:58:00 WIB
Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Santunan Rp50 Juta Disiapkan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tanggung biaya korban kecelakaan kereta Bekasi. Santunan Rp50 juta disiapkan bagi korban meninggal. (Foto: iNews Ervand David) 
Advertisement . Scroll to see content

BEKASI, iNews.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak cepat merespons kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Dia memastikan seluruh biaya perawatan korban luka dalam insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL akan ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menegaskan, langkah ini diambil karena lokasi kejadian berada di wilayah Jabar. Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban meninggal dunia.

"Kami berikan santunan duka kepada yang meninggal warga manapun senilai Rp50 juta. Untuk korban yang dirawat semua biaya kami tanggung," ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Gubernur yang akrab disapa KDM itu menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan yang menewaskan belasan orang tersebut.

"Siang ini saya akan ke Bekasi. Saya sudah menyampaikan dukacita dan santunan duka," ucapnya.

Selain santunan Rp50 juta untuk korban meninggal, seluruh korban luka dipastikan mendapatkan penanganan medis tanpa biaya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para korban mendapat perawatan maksimal.

Pascakejadian, Pemprov Jabar juga akan mempercepat pembangunan flyover di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang di masa mendatang.

"Ke depan harus terjadi percepatan pembangunan flyover. Rencananya sudah ada provinsi, mudah-mudahan tahun ini bisa segera kita dorong," ucapnya.

Menurutnya, rencana pembangunan flyover sebenarnya sudah masuk dalam agenda pemerintah provinsi. Namun, kini akan dipercepat agar penganggaran bisa segera direalisasikan.

Seperti diketahui, kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut menelan korban jiwa sebanyak 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut