Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Respons BPJS Kesehatan soal Raya Balita di Sukabumi Meninggal dengan Tubuh Penuh Cacing
Advertisement . Scroll to see content

Buntut Balita Tewas Digerogoti Cacing, Anggaran Pemkab Sukabumi Terancam Dipotong

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:21:00 WIB
Buntut Balita Tewas Digerogoti Cacing, Anggaran Pemkab Sukabumi Terancam Dipotong
Petugas mendatangi rumah keluarga balita yang tewas dipenuhi cacing di Kabupaten Sukabumi. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id – Alokasi anggaran untuk Kabupaten Sukabumi terancam dipotong imbas kasus balita tiga tahun tewas dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing pita.

Balita bernama Raya (3) itu meregang nyawa setelah 9 hari dirawat di rumah sakit. Keterbatasan ekonomi dan tidak memiliki BPJS Kesehatan membuat balita nahas itu terlambat mendapat penanganan medis. Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban menderita askariasis, yaitu infeksi akibat cacing gelang yang biasanya hidup di dalam tanah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku geram dengan kejadian tersebut. Dia menilai fungsi Pemkab Sukabumi tidak berjalan maksimal dalam mengecek kondisi warganya. "Sanksinya anggaran saya perhitungkan. Problemnya tinggi banget (di Kabupaten Sukabumi)," kata Gubernur Jabar, Rabu (20/8/2025).

Dedi menyatakan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi yang paling banyak menyerap anggaran. Dedi pun melihat pemerintah harus aktif menangani rumah terdampak bencana sebanyak 9.000 unit.

Fungsi pemerintahan di Kabupaten Sukabumi, ujar Dedi, tidak berjalan dengan baik sehingga fungsi layanan tak maksimal. Padahal, terdapat fasilitas posyandu, program KB desa, tim penggerak PKK, bidan desa hingga puskesmas di sekitar.

"Harus ada fungsi preventif untuk mengecek kelahiran ini namanya ini, sudah ditimbang di posyandu atau tidak, berarti anak ini kan tidak pernah dilakukan penimbangan," ujar Dedi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut