Balita Hanyut di Sungai Cianten Bogor Ditemukan Tewas, Terseret Arus saat Temani Ibu Mencuci
BOGOR, iNews.id - Balita 5 tahun hanyut di Sungai Cianten, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/6/2026). Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1 kilometer dari lokasi awal terseret arus, Sabtu (6/6/2026).
Informasi dirangkum, korban sebelumnya menemani sang ibu mencuci pakaian di tepi Sungai Cianten, kawasan Cirangkong Riverside, Jumat (5/6/2026) siang. Hingga akhirnya terjadi insiden nahas tersebut saat korban bermain air di sungai.
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan, jasad korban ditemukan setelah seorang warga yang sedang menggali pasir melihat sesosok tubuh di area sekitar aliran sungai.
“Tim memastikan jasad yang ditemukan merupakan korban yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus sungai,” ujar Desiana, Sabtu (6/6/2026).
Peristiwa nahas balita hanyut tersebut terjadi sekitar pukul 12.20 WIB. Saat itu, korban berada di pinggir Sungai Cianten menemani ibunya yang sedang mencuci pakaian. Di tengah aktivitas tersebut, korban diketahui bermain di sekitar sungai lalu memutuskan untuk berenang.
Namun diduga karena arus sungai yang cukup deras, balita malang itu kehilangan kendali dan terseret arus.
Keluarga serta warga sekitar sempat berupaya mencari secara mandiri, namun korban tidak berhasil ditemukan sehingga kejadian itu dilaporkan kepada petugas SAR.
Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR gabungan menyisir sepanjang aliran Sungai Cianten. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah seorang warga yang sedang menggali pasir menemukan tubuh korban di area galian sekitar sungai.
Lokasi penemuan diketahui berada sekitar satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
Editor: Donald Karouw