Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Warga Gianyar Geger, Pemandu Tamu Ditemukan Tewas dalam Mobil
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Korban Gempa Bali di Desa Ban Karangasem Masih Berada di Tenda Darurat

Kamis, 21 Oktober 2021 - 10:20:00 WIB
Ratusan Korban Gempa Bali di Desa Ban Karangasem Masih Berada di Tenda Darurat
Pendirian tenda darurat untuk korban gempa Bali di Karangasem. (Foto: iNews.id/Made Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

KARANGASEM, iNews.id - Ratusan warga Desa Ban di Kabupaten KarangasemBali masih mengungsi di tenda darurat usai gempa magnitudo 4,8 yang mengguncang pada Sabtu (16/10/2021). Ratusan rumah di desa tersebut rusak berat sehingga tak bisa dijadikan tempat tinggal

Desa Ban merupakan wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa Bali. Tenda-tenda darurat terus dibangun oleh TNI untuk para warga.

Namun sebagian ada yang memilih mendirikan tenda darurat di pekarangan rumah masing-masing karena jarak rumah berjauhan di perbukitan.

"Jarak rumah antarmereka di perbukitan jauh, sehingga tidak mungkin untuk melakukan pengungsian secara komunal," kata Kepala Posko Tanggap Darurat Bencana, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Kamis (21/10/2021)

Selain itu untuk distribusi bantuan pangan tidak diberikan dalam bentuk makanan yang sudah jadi. Bantuan diberikan dalam bentuk sembako yang akan dimasak sendiri oleh masing-masing keluarga.

Warga yang mengungsi dan berada di perbukitan itu juga merasakan kemarau. Hal itu membuat warga kesulitan mendapat air bersih untuk keperluan hidup sehari-hari seperti minum, mandi dan cuci.

Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem masih terus berupaya memenuhi kebutuhan air tersebut, termasuk dari para relawan yang memberikan bantuan.

Di Karangasem tercatat ada ribuan rumah yang rusak akibat gempa pada Sabtu (16/10/2021) pagi lalu. Sebanyak 449 rumah di antaranya dalam kondisi rusak berat.

Editor: Reza Yunanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut