Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pria di Buleleng Oplos LPG Subsidi ke Tabung 12 Kg, Sehari Dapat Rp1 Juta Kini Dipenjara
Advertisement . Scroll to see content

Miris, Penyu Mati Diduga karena Cuaca Ekstrem Ditemukan di Pesisir Pantai Bali

Jumat, 29 Mei 2020 - 14:23:00 WIB
Miris, Penyu Mati Diduga karena Cuaca Ekstrem Ditemukan di Pesisir Pantai Bali
ilustrasi penyu (AFP)
Advertisement . Scroll to see content

DENPASAR, iNews.id - Fenomena penyu mati kembali terjadi di sepanjang pesisir pantai Provinsi Bali. Kasus kematian hewan laut itu diduga karena cuaca ekstrem yang melanda perairan Bali dalam sepekan terakhir.

Menurut data Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, penemuan penyu mati itu paling dominan terjadi di pantai yang berada di Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Badung.

"Data BPSL mencatat ada di pantai Kabupaten Jembrana mulai dari desa Perancak. Kemudian sering ditemukan juga di Pantai Kuta, Canggu dan Kedonganan," kata Kepala BPSL Denpasar, Permana Yudiarso, Jumat (29/5/2020).

Dia mengatakan, penyebab pasti kematian penyu itu memang belum diketahui. Namun diduga penyebab kematian saat ini karena cuaca ekstrem yang terjadi di perairan Bali dalam beberapa hari terakhir.

"Kemungkinan besar akibat perubahan cuaca yang ekstrim ataupun hal lain yang kami belum ketahui," ujarnya.

Menurutnya, penyu-penyu yang ditemukan mati tersebut termasuk dalam hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

Selain karena cuaca ekstrem, kematian penyu juga bisa disebabkan karena sampah plastik yang dibuang sembarangan di laut.
Hal itu terungkap dari beberapa kali penyu yang mati ditemukan plastik di dalam tubuhnya. Karena itu, kata dia, BPSPL Denpasar mengimbau warga tak membuang sampah plastik sembarangan ke laut.

"BPSPL Denpasar sudah mulai melakukan banyak inisiasi mulai dari membantu Kelompok Pengolah sampah Wahyu Segara di Nusa Lembongan, Nusa Ceningan dan Nusa Penida sejak 2017, syukurnya masalah sampah sudah mulai bisa ditangani," katanya.

Editor: Reza Yunanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut