Mewah dan Sakral! Tari Amerta Danu Pukau Turis Asing di Parade Baleganjur Tabanan
TABANAN, iNews.id – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menggencarkan promosi pariwisata berbasis budaya di kancah internasional.
Mengusung tema "Dharma Santi Mahotsava", festival budaya yang digelar di Bamboo Stage The Blooms Bali, Baturiti ini dirancang khusus untuk memikat wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus merajut persatuan melalui seni tradisi.
Parade Gebogan dan Baleganjur Dua Destinasi: Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali Tahun 2026 dibuka langsung Bupati Tabanan, Dr I Komang Gede Sanjaya.
Pembukaan acara berlangsung sangat semarak dengan ditampilkannya tari maskot Ulun Danu Beratan yang bertajuk Tari Amerta Danu untuk pertama kalinya di hadapan publik.

Tarian kolosal ini sukses menyita perhatian ratusan pasang mata undangan dan wisatawan karena sarat akan nilai filosofis yakni, menggambarkan pancaran cahaya suci dan keagungan Dewi Danu (Dewi Air) sebagai sumber kehidupan, penjaga keseimbangan alam, dan lambang kemakmuran.
Sosok Dewi Ulun Danu ditarikan dengan didampingi oleh empat penari utama sebagai representasi dari Catur Angga yang setia mengawal kesucian Pura Ulun Danu Beratan.
"Saya sangat mengapresiasi adik-adik yowana yang tadi megambel, termasuk tarian maskot Ulun Danu yang perdana ditarikan ini sungguh sangat memukau dan luar biasa. Kita semua patut berbangga dapat menyaksikan mahakarya seni ini langsung di perhelatan internasional yang sangat baik ini," ujar Bupati Sanjaya dalam keterangan resminya, Senin (22/6/2026).
Bupati Sanjaya menegaskan, perkembangan DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Bali yang kini menjelma menjadi destinasi bertaraf internasional wajib didukung oleh keterlibatan aktif masyarakat adat setempat.
Sektor pariwisata yang maju secara profesional harus membawa dampak ekonomi langsung ke dompet masyarakat bawah.
"Gebogan dan Baleganjur ini adalah representasi spiritualitas dan kekayaan budaya kita," katanya.
Gelaran seni ini dipastikan tidak hanya berlangsung satu hari. Manajemen DTW Ulun Danu Beratan sengaja mendesain acara ini dalam jangka panjang agar bisa dinikmati oleh setiap turis yang berlibur ke kawasan Bedugul.
Direktur Utama PT Ulun Danu Beratan Lestari, I Wayan Mustika, menjelaskan bahwa festival budaya ini akan berlangsung maraton mulai 21 Juni hingga 9 Agustus 2026. Festival tersebut diiikuti 20 Desa Adat Pemaksan Pura Ulun Danu Beratan dan melibatkan sedikitnya 1.500 generasi muda (yowana), ibu-ibu PKK, dan sanggar seni lokal yang akan tampil secara bergiliran setiap pekannya.
Editor: Kastolani Marzuki