Hujan Deras Membuat Jalan Penghubung ke Tiga Desa di TabananTerputus
TABANAN,iNews.id - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Bali, sejak Minggu malam mengakibatkan sejumlah ruas jalan terputus. Senin (20/11/2017) pagi, jalan yang menghubungkan tiga desa bertetangga yakni Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, dengan dua desa di Kecamatan Marga yakni Desa Beringkit Belayu dan Desa Peken Belayu ambles.
Badan jalan sepanjang sekitar 12 meter dengan lebar tiga meter yang terletak di Banjar Pangkung Nyuling, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan jebol hingga membentuk tebing dengan kedalaman mencapai 10 meter. Karena kondisi jembatan yang putus total, demi keamanan, masyarakat tidak diperbolehkan untuk melintasi jalan ini.
Sebelum ambles, bahu jalan yang berada di sebelah barat telah lebih dulu terkikis hingga mendekati badan jalan. Hal ini lantaran pipa air PDAM yang tertanam di bawah tanah mengalami kebocoran sehingga menggerus tanah sedikit demi sedikit.
Di sisi lain, hujan dengan intensitas tinggi yang terus-menerus mengguyur Kabupaten Tabanan, membuat air saluran irigasi di aliran sungai meluap karena tersumbat tumpukan sampah.
Meskipun akses jalan utama yang menghubungkan tiga desa sampai terputus, dipastikan tidak ada warga yang terisolasi. Hal ini karena masih terdapat sejumlah jalur alternatif yang dapat dilalui warga. Meskipun untuk menjangkaunya warga terpaksa harus memutar arah.
Selain arus lalu lintas yang lumpuh total, warga di Kecamatan Kediri, Tabanan juga terancam mengalami krisis air. Ini lantaran pipa air PDAM ikut terputus. “Pipa PDAM putus, tertimpa longsoran,” ujar Made Budi, salah seorang warga Kecamatan Kediri.
Ketua Komisi I DPRD Tabanan , Eka Nurcahyadi meminta agar pihak terkait terutama pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan dan kawasan permukiman Kabupaten Tabanan bertindak cepat dan mengambil langkah darurat. Salah satunya dengan memprioritaskan penanganan pada pembersihan tumpukan sampah yang menyumbat saluran air sungai.
“Dengan demikian luapan air tidak terus-menerus terjadi dalam upaya mencegah kemungkinan adanya longsor susulan,” ucapnya.
Beruntung insiden ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Dari pantauan di lapangan, di sekitar lokasi kejadian juga telah dipasang garis polisi untuk menghindari adanya kecelakaan maupun jatuhnya korban.
Editor: Himas Puspito Putra