Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pria di Buleleng Oplos LPG Subsidi ke Tabung 12 Kg, Sehari Dapat Rp1 Juta Kini Dipenjara
Advertisement . Scroll to see content

Calo yang Berangkatkan 29 Warga Bali ke Turki Diperiksa Polres Buleleng

Jumat, 18 Maret 2022 - 13:54:00 WIB
Calo yang Berangkatkan 29 Warga Bali ke Turki Diperiksa Polres Buleleng
Sebanyak 29 WNI asal Bali menjadi korban penipuan di Istanbul, Turki. (Foto: Kemlu)
Advertisement . Scroll to see content

BULELENG, iNews.id - Polisi menyelidiki kasus 29 pekerja migran asal Bali yang telantar di Turki. Satu orang yang menjadi calo pengiriman tenaga kerja itu diperiksa Polres Buleleng.

Calo itu berinisial Komang P. "Dia (Komang P) terlapor dan statusnya masih saksi," kata Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Yogie Pramagita, Jumat (18/3/2022).

Yogie menjelaskan, Polda Bali melimpahkan penyelidikan kasus ini ke Polres Buleleng. Pertimbangannya, semua korban adalah pekerja migran asal Buleleng.

Dari hasil penyelidikan sementara, Komang P diketahui adalah orang kepercayaan Anak Agung KRS, terlapor lainnya yang juga otak dari kasus ini.

Peran Komang P yaitu menghubungi bosnya untuk proses keberangkatan para korban ke Turki. Dialah yang mempersiapkan keberangkatan dari Bali.

Sedangkan Anak Agung KRS berperan mengatur keberangkatan, menerima para korban di Turki dan menempatkannya bekerja. Anak Agung KRS telah menikah dengan warga negara Turki dan menetap di negara itu.

Polisi juga telah memeriksa tiga saksi lainnya, terdiri atas dua saksi yang mengetahui proses keberangkatan dan satu saksi adalah korban.

Diberitakan sebelumya, 29 pekerja migran asal Bali berangkat ke Turki November 2021 lalu. Setiap orang mengeluarkan biaya Rp25 juta. 

Kecurigaan bermula saat mereka diberangkatkan dengan visa kunjungan wisata, bukan visa kerja. Sesampainya di Turki mereka tidak dipekerjakan sebagai house keeping sebagaimana perjanjian. 

Mereka juga tidak ditempatkan di apartemen untuk tempat tinggal, melainkan di sebuah mess. Di mess itu, mereka juga harus tidur bergantian karena terbatasnya jumlah tempat tidur. 

Mereka kemudian memposting video yang isinya minta segera dipulangkan ke Bali. Video itu sempat viral di sejumlah akun media sosial.

Editor: Reza Yunanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut